Australian Open sebut peserta dukung penerapan isolasi ketat

Australian Open sebut peserta dukung penerapan isolasi ketat

Sebagian besar petenis peserta turnamen grand slam Australia Open mendukung pelaksanaan isolasi secara ketat menyusul ditemukannya tiga kasus baru Covid-19 ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Bos Australian Open Craig Tiley menyebut bahwa sebagian besar petenis mendukung pelaksanaan isolasi secara ketat setelah muncul laporan dari pemerintah setempat atas temuan tiga kasus baru COVID-19 yang menimpa peserta Grand Slam pada hari Selasa.

Pejabat kesehatan Victoria mengatakan dua kasus sebelumnya telah diklasifikasikan sebagai infeksi sebelumnya, sehingga total kasus positif yang terkait dengan turnamen menjadi tujuh.

"Kasus positif baru terkait Australian Open melibatkan dua petenis dan satu peserta yang tidak bermain," kata pernyataan dari departemen kesehatan sebagaimana dilansir Reuters.

Lebih dari 70 petenis dan rombongan mereka diisolasi di kamar hotel selama 14 hari dan tidak dapat berlatih untuk Grand Slam yang akan dilaksanakan pada 8-21 Februari, setelah penumpang pada tiga penerbangan sewaan dinyatakan positif virus corona SARS-Cov-2.

Baca juga: Petenis tiga besar akan jalani isolasi jelang Australian Open
Baca juga: Bautista Agut sebut karantina di hotel seperti penjara ber-wifi


Namun, dua kasus yang direklasifikasi tidak akan mengubah status para pemain dan mereka akan terus menjalani isolasi ketat lainnya.

Beberapa pemain mengeluh tentang kondisi tersebut, dan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic mengirim permintaan kepada badan pengatur Tennis Australia agar pembatasan karantina dilonggarkan, yang justru mendapat reaksi keras dari warga Australia.

Baca juga: Empat lagi peserta Australian Open terinfeksi COVID-19

Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews mengatakan dia tidak akan membuat perubahan dan langkah-langkah itu penting untuk menghentikan penyebaran virus.

Merinci langkah-langkah karantina dalam panggilan konferensi dengan media lokal, Tiley mengatakan salah satu dari tujuh orang yang terinfeksi yang terkait dengan Grand Slam adalah seorang pramugari.

"Dari 1.270 orang (yang tiba), enam di antaranya positif dan itu persentase yang rendah namun harus ditangani," kata Tiley.

Baca juga: Peserta minta jumlah set pertandingan Australian Open dikurangi
Baca juga: Australia Open dimulai 8 Februari 2021


Tiley mengatakan dia telah menelepon 500 petenis untuk mengatasi masalah dan "sebagian besar" telah mendukung protokol ketat Australia, meski sebelumnya sejumlah peserta mengaku tidak mengetahui soal prosedur isolasi ketat tersebut.

"Sebagian besar dari mereka mendukung. (Mereka) tahu bahwa ini adalah kontribusi yang harus mereka berikan untuk mendapatkan hak istimewa ketika mereka keluar untuk bersaing memperebutkan hadiah besar. Meski ada pendapat yang tidak sepakat namun sisanya sangat bagus," tutur Tiley.
Pewarta : Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021