MPR: Perlu tindakan cepat beri bantuan korban bencana

MPR: Perlu tindakan cepat beri bantuan korban bencana

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Jazilul Fawaid. (ANTARA/HO-MPR RI/am.)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menilai pemerintah perlu melakukan langkah dan tindakan cepat untuk menangani atau memberikan bantuan darurat bagi para korban bencana di berbagai daerah.

"Apa yang dibutuhkan mungkin makanan minuman, bantuan yang darurat secepatnya pemerintah harus bisa menangani untuk korban," kata Jazilul Fawaid atau Gus Jazil dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakannya terkait musibah banjir di Kalimantan Selatan, gempa bumi di Sulawesi Barat, letusan gunung Semeru, luapan air laut di Manado, dan berbagai bencana alam lain di berbagai daerah.

Baca juga: Bamsoet: Pemerintah dan masyarakat harus bersama atasi bencana

Menurut dia, hal yang tidak kalah penting adalah pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus mengevaluasi diri apa yang menjadi kesalahan sehingga menimbulkan musibah bencana datang bertubi-tubi.

Dia mengatakan apakah ada faktor alam yang dirusak oleh manusia atau faktor-faktor lain sehingga menjadi bahan pelajaran buat kita semua sebagai bangsa.

Gus Jazil mengatakan ada pikiran yang mengatakan bahwa orientasi pembangunan yang berbasis pada sumber daya alam mengakibatkan eksploitasi alam terjadi dimana-mana.

"Dari sana seringkali bencana muncul berupa banjir dan tanah longsor karena itu penting bagi kita merenung, mengevaluasi terkait orientasi pembangunan yang ramah lingkungan, bukan orientasi pembangunan yang merusak lingkungan dan menimbulkan bahaya buat masyarakat," ujarnya.

Politisi PKB itu menjelaskan, persoalan tersebut sering kali terjadi dan terus berulang namun tidak ada perbaikan atau evaluasi kebijakan.

Menurut dia, banyak terjadi di daerah sehingga semua pihak harus ikut mengkoreksi, termasuk pemerintah daerah, jadi tidak hanya pemerintah pusat.

Baca juga: Ketua MPR bersedia divaksin bentuk dukung pemerintah atasi COVID-19

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021