Menteri PUPR minta pembangunan jembatan darurat disegerakan

Menteri PUPR minta pembangunan jembatan darurat disegerakan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Mochamad Basoeki Hadimoeljono meninjau jembatan putus di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Pabahanan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. ANTARA/Polrestala.

Pelaihari (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Mochamad Basoeki Hadimoeljono meminta pembangunan jembatan darurat segera dikerjakan agar distribusi logistik di lokasi bencana banjir di Kalimantan Selatan dapat dilakukan.

"Ada dua jembatan putus yang merupakan jalan nasional, jembatan ini sangat vital jadi harus segera dibangun meski untuk sementara darurat dulu," katanya di Pelaihari, Senin.

Basoeki meninjau jembatan putus di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Pabahanan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Sebelumnya, dia juga mengecek langsung jembatan putus di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.

Menurut dia, putusnya jembatan mengganggu arus kendaraan terutama yang mengangkut logistik bantuan untuk korban banjir.

Baca juga: Jembatan Mataraman kembali putus jalur Trans Kalsel-Kaltim lumpuh

Baca juga: Banjarmasin buka gedung-gedung sekolah jadi tempat korban banjir


Sedangkan secara umum, putusnya dua jembatan tersebut tentunya berdampak ekonomi bagi daerah yang kini dalam kondisi sulit akibat banjir.

"Ini bukan solusi permanen, tetapi paling tidak bisa dilalui dulu. Saya meminta Rabu atau paling lambat Kamis sudah dapat dilalui," kata Menteri Basoeki.

Sementara Anggota DPR RI Rifky Nizami Karsayuda yang turut dalam rombongan menteri menyampaikan terima kasih atas gerak cepat pemerintah dalam penanggulangan banjir di Kalsel.

Begitu pun untuk dua jembatan di jalan nasional yang rusak diterjang banjir, menurut Rifky, pemerintah juga sudah bertindak cepat dalam perbaikannya.

"Kalau memang yang dibangun jembatan darurat dulu, pastikan standar keamanannya minimal bagi distribusi logistik bantuan korban banjir bisa melintas," katanya.

Untuk Jembatan Sungai Salim di Kecamatan Astambul, sebelumnya Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalsel dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III telah melakukan penanganan sementara untuk fungsional jalan agar tidak terputus, yaitu dengan memasang baja sheet pile untuk penyambung jalan ke jembatan serta pemasangan sandbag untuk proteksi oprit dan jalan di sekitar area aliran sungai.

Namun, hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kalsel selama beberapa hari terakhir mengakibatkan kerusakan pada oprit jembatan semakin parah. Dampaknya arus lalu lintas Trans Kalimantan, khususnya penghubung Kalsel dan Kaltim terputus.

Pengiriman jembatan darurat dari besi (bailey) ke lokasi Jembatan Salim dilakukan dengan mobilisasi bentang pertama Jembatan Bailey ke lokasi sepanjang 15 meter dan dilanjutkan dengan bentang lainnya.

Menteri Basoeki juga berpesan untuk memproteksi oprit jembatan menggunakan geo bag (bukan sand bag) karena akan lebih berat. Jembatan Sungai Salim di Kecamatan Astambul dibangun pada tahun 1987 dan memiliki panjang bentang 14.6 meter dengan tipe GTI.*

Baca juga: BNPB serahkan bantuan dana siap pakai untuk banjir Kalsel

Baca juga: Distributor kebutuhan pokok bersatu bantu korban banjir
Pewarta : Firman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021