Kasus COVID-19 baru di Babel bertambah 69 jadi 3.396 orang

Kasus COVID-19 baru di Babel bertambah 69 jadi 3.396 orang

Ilustrasi - Wakil Bupati Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Isyak Meirobie ketika disuntik vaksin COVID-19 oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Belitung dr. Ikhwan Gusnadi. ANTARA/Apriliansyah

Pangkalpinang (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan pasien baru COVID-19 di Babel kembali bertambah 69, sehingga jumlah total orang terkonfirmasi virus corona di negeri serumpun sebalai itu mencapai 3.396 orang.

"Hari ini, 69 orang terkonfirmasi COVID-19 sudah diisolasi secara ketat, sehingga menambah pasien dirawat di wisma karantina dan rumah sakit mencapai 662 orang," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Minggu.

Ia menjelaskan berdasarkan data kasus pada Sabtu (16/1) malam, pasien dinyatakan selesai isolasi 2.672 (bertambah 43), meninggal dunia 61 (bertambah 1), dalam isolasi/perawatan 662 (bertambah 69 - berkurang 44) dan kumulatif kasus konfirmasi 3.396 (bertambah 69).

Baca juga: Gubernur Babel awali suntik vaksin Sinovac COVID-19

Penambahan 69 kasus baru COVID-19 tersebar di Kota Pangkalpinang 1.324 (bertambah 31), Kabupaten Bangka 935 (bertambah 8), Bangka Tengah 502 (bertambah 7), Bangka Barat 195 (bertambah 13), Bangka Selatan 68 (bertambah 1), Belitung 300 (bertambah 2), Belitung Timur 72 (bertambah 7 kasus baru).

"Penambahan kasus baru ini juga berdampak terhadap orang terkonfirmasi COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 170 orang, karena terbatasnya ruangan isolasi di wisma karantina dan rumah sakit di daerah ini," katanya.

Menurut dia saat ini penularan COVID-19 tidak lagi didominasi oleh kasus impor, tetapi sudah terjadi kasus transmisi lokal yang tinggi.

"Dalam sebulan terakhir ini, kasus baru COVID-19 melalui penularan transmisi lokal ini terjadi setiap hari dengan jumlah kasus yang tinggi di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka. Sementara kabupaten lainnya masih cukup rendah," ujarnya.

Baca juga: Sampel melonjak, hasil usap Bangka Barat paling cepat 4 hari

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan dan disiplin menerapkan prokes dan berprilaku hidup bersih serta sehat dalam kehidupan sehari-harinya dan lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini. Kami tegaskan kembali, agar kita tidak boleh lengah, harus tetap awas, waspada dan juga peduli, namun jangan pula panik.

"Saat ini salah satu cara ampuh untuk melawan virus corona ini adalah menerapkan protokol kesehatan dan berprilaku hidup sehat," katanya. 

Baca juga: 100 dari 271 hasil tes usap di Babel positif COVID-19
Pewarta : Aprionis
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021