Polairud Parigi Moutong jaga Teluk Tomini dari aktivitas bom ikan

Polairud Parigi Moutong jaga Teluk Tomini dari aktivitas bom ikan

Seorang petugas Polairud sedang mengemudikan kapal cepat saat melakukan patroli rutin di kawasan perairan Teluk Tomini Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (14/1/2021). ANTARA/HO-Aswadin.

Parigi (ANTARA) -
Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Parigi Moutong, Sulawesi Tengah melakukan patroli dan penjagaan kawasan Teluk Tomini dari aktivitas bom ikan atau illegal fishing.
 
"Kami lebih memaksimalkan patroli di kawasan perairan Teluk Tomini guna memantau aktivitas penangkapan ikan secara ilegal," kata Kasat Polairud Polres Parigi Moutong AKP Sunarto, di Parigi, Sabtu, menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pemboman ikan di perairan Teluk Tomini.

Dia mengatakan, menindaklanjuti laporan masyarakat atas aksi pengeboman ikan menggunakan bahan peledak rakitan terjadi di sekitar pantai Desa Malakosa, Kecamatan Balinggi beberapa waktu lalu.

Karena itu, Polres Parigi Moutong melalui Polairud memetakan tiga wilayah rawan dari kegiatan illegal fishing, atas dasar itu kemudian pihaknya menempatkan tiga kapal patroli.

"Kami menempatkan tiga kapal di wilayah Kecamatan Sausu, lalu wilayah Parigi dan sekitarnya serta wilayah Moutong," ujar Sunarto.

Dia mengemukakan, patroli dan penyelidikan dilakukan pihaknya di sekitar wilayah Parigi hingga Sausu belum membuahkan hasil.

Meski belum membuahkan hasil, namun kegiatan pengawasan perairan tetap berjalan dalam rangka upaya pencegahan dan penindakan bila mana ditemukan aktivitas yang melanggar, karena kegiatan tangkap dengan model pengeboman tidak dibenarkan.

"Kegiatan tangkap menggunakan bahan peledak sudah pasti merusak ekosistem laut. Tidak hanya ikan besar, ikan kecil juga mati termasuk terumbu karang," ujar Sunarto.

Menurutnya, jika aktivitas seperti itu terus berlangsung, maka laut akan tercemar serta tidak ada lagi rumah dan tempat bermain ikan, hal itu juga akan berdampak pada hasil tangkap nelayan.

"Menangkap ikan di laut sah-sah saja, asalkan jangan menggunakan pola-pola yang merusak lingkungan, seperti menggunakan potasium, bom, maupun alat tangkap merusak lainnya," katanya.

Dia menambahkan, menindaklanjuti laporan masyarakat, pihaknya tetap melakukan upaya investigasi berbekal foto yang diunggah di laman media sosial Facebook dan penelusuran informasi.
Baca juga: KKP kaji budi daya ikan tuna di Teluk Tomini Sulteng
Baca juga: Enam kapal perang asing telah masuki Teluk Tomini
Baca juga: Teluk Tomini didorong jadi kawasan strategis nasional
Pewarta : Muhammad Arshandi/Moh Ridwan
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021