IDI Jateng: Sudah 35 dokter meninggal akibat COVID-19

IDI Jateng: Sudah 35 dokter meninggal akibat COVID-19

Ilustrasi - Sejumlah pelayat melakukan shalat jenazah di samping mobil ambulans yang berisi peti jenazah almarhum dokter Jhon Andi Zainal yang meninggal akibat COVID-19, di halaman RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (24/9/2020). ANTARA/FB Anggoro/aww.

Semarang (ANTARA) - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Tengah mencatat sudah 35 dokter yang bertugas di berbagai daerah di provinsi ini meninggal dunia akibat COVID-19.

"Hingga 9 Januari 2021, tercatat sudah 35 dokter yang meninggal akibat COVID," kata Ketua Tim Mitigasi IDI Wilayah Jawa Tengah Heru Muryawan di Semarang, Jumat.

Menurut dia, Jawa Tengah menempati posisi ketiga nasional jumlah dokter yang meninggal akibat pandemi ini, selain ada sekitar 193 dokter yang saat ini terpapar COVID-19.

Para dokter yang terpapar ini, kata dia, menjalani isolasi mandiri di rumah, rumah sakit, maupun rumah karantina yang lain.

Baca juga: Angka kematian nakes akibat COVID-19 memuncak di Desember
Baca juga: Dokter di Kabupaten Magelang meninggal terkonfirmasi COVID-19


Sementara Ketua IDI Wilayah Jawa Tengah Djoko Handojo menambahkan tenaga kesehatan dan asisten tenaga kesehatan menjadi sasaran pertama dalam vaksinasi COVID-19.

Dalam kelompok tersebut, ia menyebut co-assistent (Coass) dokter atau dokter muda masuk dalam kriteria penerima pertama vaksin.

Ia mencontohkan para dokter muda atau dokter koas di Rumah Sakit dr.Kariadi Semarang serta Rumah Sakit Nasional Diponegoro ikut terdaftar sebagai tenaga kesehatan yang divaksin pada tahap pertama ini.

Ia menambahkan vaksinasi terhadap para dokter ini sebagai bentuk contoh bagi masyarakat dalam upaya menuntaskan pandemi COVID-19.

Baca juga: IDI catat 237 dokter meninggal karena COVID-19 sampai akhir 2020
Baca juga: Dokter RSUD Temanggung meninggal terkonfirmasi COVID-19
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021