Disnaker Kapuas Hulu katakan Jepang butuh jasa TKI

Disnaker Kapuas Hulu katakan Jepang butuh jasa TKI

Ilustrasi - Peserta mengikuti tahapan seleksi magang ke Jepang di Jawa Timur, Senin (29/4/2019). ANTARA/Destyan Sujarwoko/foc.

Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kapuas Hulu Kalimantan Barat menyatakan Tahun 2021 ini negara Jepang membutuhkan cukup banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) khusus bidang peladangan.
 
"Jepang mencari tenaga kerja asal Indonesia untuk bidang peladangan dengan syarat lulusan SMA sederajat," kata Kasi Pelatihan Produktifitas dan Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kapuas Hulu Paulinus Totong, di Putussibau Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa.
 
Disampaikan Totong, negara Jepang memang banyak memerlukan tenaga kerja dan mereka (Jepang) lebih tertarik tenaga kerja asal Indonesia.
 
Menurut dia, dalam sistem kerja itu, pihak Jepang akan menerapkan sistem magang selama dua tahun, dengan upah dua sampai tiga kali lipat jika di bandingkan upah di Indonesia.

Baca juga: Menaker: Jepang berkontribusi atasi pengangguran di Indonesia

Baca juga: Menaker: 55,8 persen perusahaan Jepang tak puas pada pekerja Indonesia
 
"Jika ada warga Kapuas Hulu yang berminat kerja ke Jepang kami siap membantu memfasilitasi sesuai ketentuan," kata Totong.
 
Dikatakan Totong, peluang kerja Tahun 2021 itu bukan hanya di Jepang saja, namun di Korea dan Australia juga ada.
 
"Jika ada pencari kerja mau informasi peluang kerja boleh langsung datang ke kantor kami," ucap Totong.
 
Menurut Totong, pada Tahun 2020, pencari Kerja di Kapuas Hulu sudah mencapai 547 orang dan 225 orang sudah ditempatkan di perusahaan kayu dan perkebunan sawit.
 
"Awal tahun ini saja sudah ada 13 pencari kerja yang membuat kartu kuning. Rata-rata minat ke perusahaan kayu, jadi barang kali ada yang mau mencari informasi peluang kerja silahkan datang, kami pasti membantu menyampaikan informasi," kata Totong.*
Pewarta : Teofilusianto Timotius
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021