38 sekolah di Jaktim disemprot disinfektan

38 sekolah di Jaktim disemprot disinfektan

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprot disinfektan di Sekolah Dasar Negeri 15 Klender, Jakarta Timur, Kamis (7/1/2021). ANTARA/HO-Kominfotik Jaktim.

Jakarta (ANTARA) - Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Timur telah melakukan penyemprotan disinfektan di 38 sekolah di wilayah itu atas permintaan pengelola.

"Hingga Sabtu (9/1) sudah 38 sekolah beserta empat fasilitas umum yang mengirimkan permintaannya kepada kami untuk proses penyemprotan disinfektan. Untuk berjaga-jaga bilamana pemerintah memberlakukan kembali belajar tatap muka," kata Ketua PMI Jakarta Timur, Kridianto di Jakarta, Selasa.

Sekolah yang telah disemprot disinfektan di antaranya 11 sekolah berada di Kecamatan Jatinegara. Tiga sekolah di Kecamatan Cipinang dan sebanyak delapan sekolah di Cakung.

Kecamatan Penggilingan sebanyak delapan sekolah dan di Kecamatan Pulogadung sebanyak delapan sekolah.

Mayoritas bangunan sekolah yang disemprot di seluruh ruangannya adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN).

"Sejak pertama kali ditemukannya COVID-19, sebenarnya sudah ratusan sekolah kita sterilkan dengan disinfektan," katanya.

Baca juga: PMI disinfeksi permukiman dan tempat ibadah di zona merah Jaktim
Baca juga: PMI Jaktim hibur anak korban banjir di pengungsian


Penyemprotan mengacu pada standar operasional prosedur untuk memutus penularan COVID-19.

"Kami memastikan penyemprotan yang dilakukan sesuai SOP dan semua petugasnya dalam keadaan sehat ketika bertugas. Silakan bersurat saja ke kami nanti kita balas dan langsung jadwalkan kegiatan penyemprotan sesuai dengan permintaan warga Jakarta Timur," katanya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan telah memutuskan sekolah di Jakarta tidak boleh belajar tatap muka pada semester genap Tahun Ajaran (TA) 2020/2021 sehingga siswa masih belajar menggunakan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring (online).

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria mengatakan pelaksanaan belajar tatap muka harus memprioritaskan keselamatan siswa dan guru.

"Semua masih dalam pemantauan dan kajian. Tentunya semua kita harus memperhatikan dan memprioritaskan keselamatan siswa dan guru di sekolah dan kita akan liat nanti perkembangannya," katanya.

#satgascovid19
#ingatpesanibupakaimasker
#vaksincovid19
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021