Ponpes Darunnajah datangkan santri dengan prokes ketat

Ponpes Darunnajah datangkan santri dengan prokes ketat

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta di Ulujami, jakarta Selatan, bersiap untuk memulai pembelaaran tatap muka setelah 10 bulan menerapkan pembelajaran jarak jauh akibat pandemi COVID-19, Jumat (27/11/2020). ANTARA/Laily Rahmawaty/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pondok Pesantren Modren (Ponpes) Darunnajah, Ulujami, Jakarta mulai mendatangkan santri secara bertahap dengan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat menyusul akan diberlakukannya pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2020/2021.

"Kita ekstra hati-hati, santri yang datang akan dikarantina dulu seminggu, setelah itu baru bisa belajar normal, tapi dengan menerapkan 3M," kata Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, Hadiyanto Arief saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Persiapan belajar tatap muka, Ponpes Darunnajah mulai datangkan santri

Sekitar 45 persen dari 1.300 santri Ponpes Darunnajah Ulujami, Jakarta Selatan bersedia kembali mondok dan mengikuti pembelajaran tatap muka.

Santri mulai datang secara bertahap dibagi dalam lima gelombang. Gelombang pertama sebanyak 200 orang akan tiba pada Sabtu (9/1).

"Kita wajibkan tes antigen, bahkan PCR bagi yang mampu. Kita terapkan dobel tes. Saat berangkat dan saat tiba di pesantren dites antibodi lagi," kata Arief.

Baca juga: Santri internasional Ponpes Darunnajah belum bisa sekolah tatap muka

Arief menyebutkan santri yang sudah tiba di pesantren tidak langsung masuk asrama tetapi harus menjalani masa karantina selama seminggu.

Pesantren menyiapkan gedung sekolah dasar yang belum terpakai sebagai tempat untuk mengkarantina santri selama sepekan yang dibuat terpisah bagi pria dan wanita.

Baca juga: Ponpes Darunnajah targetkan belajar tatap muka pada Januari 2021

"Seminggu tidak boleh bergaul belum boleh masuk kelas. Baru ketika sudah aman sudah dites ulang, baru mereka masuk dalam keadaan normal meskipun harus tetap pakai 3M. Baru minggu depan ada lagi gelombang berikutnya, masukkan lagi ke ruang isolasi," kata Arief.
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021