Dua pejabat ASN DPRD Sulsel terpapar COVID-19

Dua pejabat ASN DPRD Sulsel terpapar COVID-19

Seorang jurnalis melintas di depan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat (8/1/2020). Tim medis dijadwalkan melakukan tes cepat antigen menyusul dua pejabat ASN DPRD Sulsel dinyatakan terkonfimasi positif COVID-19. ANTARA/Darwin Fatir.

Makassar (ANTARA) - Dua pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dikabarkan terpapar Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) setelah hasil tes usap menunjukkan hasilnya terkonfirmasi positif.

"Saya baru dapat laporan dari yang bersangkutan bahwa benar beliau positif, dan kondisinya baik-baik saja," ujar Wakil Ketua DPRD Sulsel, Darmawan syah Muin saat dikonfirmasi di Makassar, Jumat.

Dua pejabat tersebut masing-masing
Sekretaris DPRD Sulsel, Muh Jabir serta Kepala Sub Bagian Informasi dan Dokumentasi DPRD Sulsel, Mahyuddin.

"Disarankan hanya isolasi mandiri saja di rumah selama 14 hari," ujar Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulsel itu.

Baca juga: Petani jadi "striker" bagi semua sektor melawan pandemi

Baca juga: Ahli Epidemiologi Unhas: Berpikir positif bisa tangkal virus corona


Kondisi kedua pejabat tersebut terpantau tanpa gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG). Dokter meminta keduanya isolasi mandiri selama dua pekan. Bila hasil tes usap kedua, hasilnya negatif maka dinyatakan sembuh dan bisa beraktivitas kembali.

Ditanyakan tentang rencana tracing dan testing bagi seluruh staf di kantor dewan itu, kata dia, sudah dijadwalkan semua yang pernah kontak erat harus menjalani tes cepat antigen.

Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantainya penyebaran COVID-19 agar tidak menularkan ke orang lain, serta mencegah bertambahnya pasien pada kluster perkantoran.

"Terkait tes cepat antigen tetap dilaksanakan untuk mengetahui dan memetakan mana yang terpapar dan mana yang tidak," ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPRD Sulsel Muh. Jabir membenarkan dirinya positif. Dia tidak tau pasti dimana terpapar.

"Iya, saya juga positif. Kondisi sehat. Lagi isolasi mandiri di rumah selama 14 hari," katanya.

Ia juga meminta seluruh staf atau orang yang pernah kontak erat dengannya segera mengikuti testing agar diketahui apakah ikut terpapar atau tidak. Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran.

Sebelumnya, kantor DPRD Sulsel telah disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan, termasuk penerapan protokol kesehatan secara ketat bagi tamu yang masuk, namun belakangan virus tersebut telah masuk di lingkup dewan.

Dari perkembangan data gugus tugas COVID-19, Pemprov Sulsel, per tanggal 7 Januari 2021 (hari ke-294), tercatat kasus baru bertambah 336 pasien, dengan jumlah akumulasi 34.760 kasus.

Pasien sembuh juga ikut bertambah 425 orang, secara akumulasi 30.339 orang. Untuk kasus pasien meninggal dunia juga bertambah delapan orang, dengan total 627 orang.*

Baca juga: Produksi pangan, petani tetap tangguh di tengah pandemi

Baca juga: Gubernur Sulsel : ATM beras dukung pencegahan COVID-19
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021