Enam kandungan "skincare" yang akan jadi tren di 2021

Enam kandungan

Ilustrasi bahan-bahan alami yang menjadi dasar produk perawatan kulit. (pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Produk perawatan kulit atau skincare menjadi salah satu tren kecantikan yang terus digemari meskipun pandemi melanda. Berbeda dengan produk tata rias yang mengalami penurunan pembelian, produk perawatan kulit justru mengalami peningkatan.

Hal ini disebabkan karena selama pandemi ini berlangsung, semakin jarang orang menggunakan produk tata rias. Selain karena lebih banyak beraktivitas di rumah saja, semua orang pun harus mengenakan masker bila hendak berpergian ke luar rumah.

Sebaliknya semakin banyak orang yang mulai memperhatikan kesehatan kulit wajah, apalagi masalah seperti kulit kering, iritasi dan jerawat banyak bermunculan akibat terlalu lama memakai masker (maskne). Hal ini mungkin yang menjadikan produk perawatan kulit lebih dicari dibandingkan dengan produk tata rias.

Berikut ini adalah enam kandungan dalam produk perawatan kulit wajah oleh sejumlah ahli kecantikan akan terus digemari dan dicari pada 2021. Dari enam bahan ini, empat diantaranya merupakan bahan alami yang berasal dari tumbuhan herbal.

Baca juga: Manfaat minyak bunga matahari untuk kecantikan

Baca juga: Menjaga wajah tetap "glowing" di masa pandemi

1. Daun kelor (moringa)
Daun kelor adalah tumbuhan yang banyak dijumpai di Indonesia. Selain sering digunakan untuk bahan pangan, daun kelor atau moringa ini juga dapat digunakan untuk pengobatan karena memiliki kandungan antioksidan vitamin E dan tinggi akan vitamin A.

Tingginya kandungan vitamin A dalam daun kelor atau moringa, membuat tanaman ini juga memiliki khasiat serupa dengan retinol, yaitu untuk mencegah penuaan dini.

Sejumlah produk kecantikan juga menggunakan moringa yang terbukti dapat mempercepat regenerasi sel kulit, membantu mengatasi jerawat, mencerahkan dan meratakan warna kulit sehingga ampuh untuk membantu menghilangkan bekas jerawat dan pigmentasi berlebihan.

Kandungan vitamin E yang tinggi dalam daun kelor juga membantu mengatasi masalah kulit kering dan memperkuat lapisan kulit agar tidak mudah teriritasi.

2. Mugwort
Mugwort adalah tanaman herbal asal Korea yang ekstraknya mulai digunakan sebagai kandungan dalam produk perawatan kulit sejak 2018, seperti dilaporkan Allure.

Ekstrak mugwort memiliki khasiat sebagai antibakteri sekaligus anti jamur sehingga mampu mengurangi peradangan yang mengakibatkan iritasi dan jerawat. Mugwort bahkan dapat membantu meredakan masalah kulit seperti eczema atau psoriasis, karena kandungan vitamin E yang tinggi pada tanaman ini.

Selain itu, ahli dermatologi bersertifikat asal Austin, Amerika Serikat, Ted Lain, menyebutkan mugwort memiliki komposisi serupa dengan vitamin C karena penuh dengan antioksidan alami.

Baca juga: Cara mengetahui produk "makeup" yang kedaluwarsa

Baca juga: Mau Beli Pakaian, Sepatu, dan Skincare Tapi Bayar Nanti? Coba Indodana Paylater!

3. Bakuchiol
Bakuchiol berasal dari tanaman Psoralea corylifoli (babchi) yang sering digunakan untuk pengobatan tradisional sejak dahulu kala di Tiongkok. Bakuchiol yang muncul dalam bentuk perawatan kulit pada pertengahan 2020 ini sering disebut sebagai pengganti retinol, meski memiliki perbedaan pada tingkat kimiawi.

Ahli estetika berlisensi dan direktur pengembangan merek di InstaNatural, Heather Wilson mengatakan kepada MarieClaire bahwa bakuchiol adalah pengganti retinol yang terbaik. Hanya saja bakuchiol lebih ramah di kulit karena tidak menyebabkan iritasi atau menjadikan kulit kering seperti retinol.

Bakuchiol sendiri memiliki manfaat untuk meningkatkan produksi kolagen kulit, sehingga mengurangi munculnya garis-garis halus dan kerutan, hiperpigmentasi, dan bintik hitam — plus memberikan kilau pada kulit.

Bila retinol dipercaya dapat meningkatkan kepekaan terhadap sinar matahari (akibat pergantian sel sehingga hanya dapat digunakan pada malam hari), tidak demikian halnya dengan bakuchiol. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu takut kala berjemur di bawah sinar matahari untuk meningkatkan sistem imun.

4. Probiotik dan Prebiotik
Menurut ahli dermatologi bersertifikat dari Amerika Serikat, Dr. Whitney Bowe, probiotik memiliki manfaat bagi kulit dengan tiga cara utama. Pertama, mereka bertindak sebagai perisai pelindung dengan mencegah mikroorganisme jahat yang merusak kekebalan kulit.

Kedua, probiotik menghasilkan antibiotik alami yang disebut peptida antimikroba yang memerangi bakteri jahat. Dan terakhir, probiotik mampu meningkatkan fungsi kulit dalam menangani faktor-faktor eksternal yang merusak kuit termasuk radikal bebas, matahari, dan polusi.

Sementara itu, prebiotik merupakan sumber makanan bagi bakteri, juga bermanfaat untuk mengkalibrasi ulang mikrobioma kulit. Prebiotik juga mempromosikan susunan bakteri yang lebih beragam, dan keragaman adalah kunci untuk kesehatan kulit.

Bagi Anda dengan kulit berjerawat, atau kondisi kulit seperti rosacea dan eksim, probiotik dapat membantu menenangkan kulit dan melawan bakteri jahat.

Baca juga: Kulit sehat berkilau dengan masker wajah dari susu bubuk

Baca juga: Manfaat daun neem dan kunyit untuk basmi jerawat

5. Ekstrak daun pegagan (Centella asiatica)
Ekstrak dari daun pegagan yang bernama latin Centella asiatica atau yang dikenal dengan sebutan cica ini, sudah mulai digemari dan dicari oleh para pecinta produk kecantikan sejak tahun 2019. Berbagai produk kecantikan secara global mulai berlomba-lomba menciptakan produk perawatan kulit yang menggunakan ekstrak daun pegagan sebagai salah satu kandungan utama.

Cica banyak dicari karena kaya akan asam amino, beta karoten, asam lemak, dan berbagai fitokimia potensial. Ekstraknya juga berfungsi untuk menenangkan peradangan, mempercepat penyembuhan luka, merangsang pertumbuhan sel baru, membangun kolagen, dan meningkatkan sirkulasi.

Berbagai produk dengan kandungan cica ini kemudian banyak digunakan untuk mengobati iritasi bahkan jerawat akibat penggunaan masker terlalu lama. Sebagian orang bahkan hanya menggunakan serum dengan kandungan cica tanpa produk perawatan kulit lain, supaya kulit tidak terlalu "stress" berada terlalu lama di bawah masker.

6. Niacinamide
Sama seperti Centella asiatica, produk dengan kandungan niacinamide akan terus dicari karena memiliki fungsi dasar yang serupa dengan cica yaitu mampu mengobati kulit dari peradangan akibat iritasi dan jerawat.

Niacinamida juga memiliki fungsi untuk membantu mengontrol proses produksi minyak berlebihan penyebab sebum dan jerawat. Pemilik wajah berminyak tentu banyak mencari kandungan ini, karena tidak jarang wajah mereka mengalami masalah iritasi dan jerawat setelah cukup lama menggunakan masker.

Selain fungsi yang disebutkan di atas, niacinamide juga memiliki kandungan untuk membantu meningkatkan produksi keratin pada kulit sehingga kulit menjadi lebih kuat dan sehat.

Antioksidan yang terdapat di dalam niacinamide juga dapat membantu mengurangi masalah kulit akibat penuaan dini serta melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dan polusi.

Baca juga: Mengenal bakuchiol, calon bintang "skincare" di 2021

Baca juga: Ragam keunikan dan tren riasan era 2010-an hingga 2020

Baca juga: Ini kiat perawatan kulit kering hingga berminyak yang tepat
Pewarta : Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021