Gubernur Tokyo peringatkan 'ledakan' kasus COVID-19

Gubernur Tokyo peringatkan 'ledakan' kasus COVID-19

Seorang penumpang berada di area check-in terminal penerbangan internasional Bandara Internasional Tokyo atau dikenal sebagai Bandara Haneda, di tengah wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Tokyo, Jepang, Senen (28/12/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato/rwa.

Tokyo (ANTARA) - Wabah virus corona di Tokyo parah dan bisa saja meledak dalam beberapa hari ke depan saat Jepang mulai memasuki masa liburan Tahun Baru, di mana jutaan orang biasanya bepergian, demikian gubernur Tokyo pada Rabu.

Tokyo mencatat 944 kasus baru COVID-19 pada Rabu (30/12), tepat di bawah rekor 949 pada Sabtu. Para ahli medis memperingatkan bahwa jika wabah tersebut tidak dicegah, maka Tokyo bakal segera menyaksikan lebih dari 1.000 kasus baru setiap harinya.

"Tolong dahulukan nyawa daripada kesenangan," kata Gubernur Yuriko Koike saat konferensi pers, meminta masyarakat agar di rumah selama mungkin selama liburan.

Tokyo berada di titik kritis, dengan prakiraan cuaca musim dingin dan jenis baru virus corona yang sangat menular dari Inggris dan Afrika Selatan, yang sudah terdeteksi di Jepang, katanya.

"Situasinya sangat genting, kami menghadapi gelombang besar kasus virus yang belum pernah kami saksikan sebelumnya," ucap Koike.

"Jumlah kasus dapat membludak kapan saja. Siapa pun dari kita bisa terinfeksi kapan pun ... Jika kita tidak mengatasinya sekarang, maka kita akan menghadapi situasi yang jauh lebih parah."

Pemerintah Jepang pada Senin mulai melarang masuk warga negara asing bukan penduduk menyusul ditemukannya jenis baru COVID-19 Inggris di Jepang. Pihaknya juga meminta warga untuk tidak menggelar perayaan, perkumpulan keluarga dan perjalanan yang biasanya dilakukan tahun ini.

Hingga Selasa (29/12) sekitar 3.400 orang di Jepang meninggal karena COVID-19, dari sekitar 227.390 kasus, demikian lembaga penyiar NHK.

Sumber: Reuters

Baca juga: COVID-19 meningkat, Jepang tidak perlu masuk keadaan darurat nasional

Baca juga: Ikatan dokter Jepang menyatakan status darurat medis
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020