WIKA-Indoplas dukung Jakpro bangun PLTSa terbesar di Indonesia

WIKA-Indoplas dukung Jakpro bangun PLTSa terbesar di Indonesia

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto (kiri) dan Direktur Utama Indoplas Group dan sebagai perwakilan Konsorsium WIKA-Indoplas, Bobby Gafur Umar bersalaman saat penandatangan kerjasama antara PT Jakarta Propertindo dan Konsorsium WIKA-Indoplas dalam pembangunan fasilitas pengolahan sampah atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Wilayah Layanan Barat di Jakarta, Senin, (28/12/2020). (Antara/HO-Jakpro)

Jakaerta (ANTARA) - Konsorsium PT Wijaya Karya (WIKA) Tbk-Indoplas Karya Energi mendukung langkah PT Jakarta Propertindo membangun Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (FPSA) Wilayah Layanan Barat sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) terbesar se-Indonesia yang akan didirikan di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

FPSA Wilayah Layanan Barat tersebut digadang-gadang menjadi proyek strategis nasional dan akan menjadi percontohan bagi 11 kota lainnya di tanah air.

"WIKA merasa mendapat kehormatan untuk melaksanakan proyek ini, bagaimana tentang 'waste management,' kita membuat fasilitas pengolahan sampah. Jadi ini sebuah tantangan baru, dan kami ingin sukses dalam pembangunan ini," ujar Direktur Human Capital dan Pengembangan WIKA, Mursyid dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Senin.

Mursyid mengatakan realisasi pembangunan FPSA Wilayah Layanan Barat tersebut menjadi bukti WIKA-Indoplas dan Jakpro mendukung Perpres 35/2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Berbasis Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

"Adanya proyek ini juga, sebagai salah satu kontribusi rill mempercepat kolaborasi kota Jakarta dan warganya dalam mengoptimalkan energi bersih yang bekelanjutan dengan tidak bergantung pada bahan bakar fosil, sesuai dengan Paris Agreement 2015," ujar dia.

Konsorsium WIKA-Indoplas Karya Energi terpilih sebagai mitra dari 70 perusahaan konsorsium, setelah melalui proses pemilihan mitra kerja sama (Beauty Contest) sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau "good corporate governance" (GCG).

Pemilihan mitra dilakukan secara terbuka, diumumkan melalui surat kabar terkemuka dan website resmi Jakpro dengan jangka waktu proses selama 5 (lima) bulan mulai dari tahap persiapan hingga penetapan pemenang.

Khusus untuk proyek FPSA Wilayah Layanan Barat DKI Jakarta, Indoplas melakukan aliansi strategis dengan SBW Energy group dari Eropa, yang merupakan konsorsium dari; Intech Energy System (Jerman), Bronswerk (Jerman), Metka (Yunani), dan SBW Energy (Jerman), yaitu gabungan perusahaan EPC dan provider teknologi yang telah puluhan tahun didiirikan dan membawa teknologi bersih dan handal dengan standar Euro 5 yang ramah lingkungan.

FPSA Wilayah Layanan Barat adalah Fasilitas Pengolahan Sampah Antara di dalam Kota Jakarta yang akan dibangun untuk melayani pengolahan sampah yang bersumber dari TPS di wilayah Layanan Barat sesuai SK Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta no. 489/2020 (sebagai perubahan terhadap SK DLH no. 453/2019) yang mengacu pada penugasan Pemprov DKI Jakarta kepada PT Jakpro melalui Pergub 65/2019.

Pentingnya kehadiran FPSA Wilayah Layanan Barat ini, selain mengurangi pengiriman volume sampah ke TPST Bantar Gebang yang daya tampungnya sudah sangat terbatas, juga meminimalisir emisi gas metana yang dapat memicu perubahan iklim dan mengurangi dampak kesehatan masyarakat atas pencemaran yang ditimbulkan oleh timbunan sampah Kota Jakarta apabila tidak diolah dengan baik.

FPSA yang akan dibangun menggunakan teknologi termal yang telah terbukti dan teruji dapat mengolah dan mereduksi sampah secara signifikan dan ramah lingkungan, memenuhi standar emisi Euro 5, serta telah banyak digunakan di negara-negara maju di Eropa, Amerika dan Asia.

Harapannya, FPSA Wilayah Layanan Barat ini dapat mengatasi persoalan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan seperti Jakarta yang tiap harinya makin pelik. Sebab, jika tidak dikelola dengan cermat akan menjadi "bom" waktu bagi generasi yang akan datang.

Selain itu, hadirnya inovasi pengelolaan sampah seperti konsep FPSA ini, diharapkan juga dapat memicu kesadaran masyarakat untuk lebih tertib dalam mengelola sampah, terutama sampah rumah tangga. Sebab tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat dalam mendukung program ini, pengelolaan sampah di ibukota akan jalan di tempat.

Oleh karena itu, Jakpro menghimbau warga Jakarta, terutama generasi muda atau milenial untuk membangun basis-basis komunitas yang peduli terhadap lingkungan, terutama dalam konteks pengelolaan sampah yang terpadu. Tujuannya untuk memobilisasi masyarakat agar lebih disiplin memilah sampah yang benar.

Dengan demikian, harapannya warga Jakarta memiliki lingkungan yang lebih sehat dan budaya hidup bersih serta disiplin. Imbasnya, aktivitas masyarakat kian produktif.

Baca juga: Jakpro bersama konsorsium bangun pengolahan sampah di wilayah Barat
Baca juga: Jakpro kembangkan fasilitas pengolahan sampah di wilayah barat Jakarta
Baca juga: Jakpro dorong ITF Sunter masuk proyek strategis nasional
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2020