PCNU Surabaya optimistis Risma bisa emban amanah saat jabat mensos

PCNU Surabaya optimistis Risma bisa emban amanah saat jabat mensos

Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya Ahmad Muhibbin Zuhri (FOTO ANTARA/HO-PCNU Surabaya)

Surabaya (ANTARA) - Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya Ahmad Muhibbin Zuhri optimistis Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bisa mengemban amanah saat mendapat jabatan baru sebagai menteri sosial (mensos).

"Saya yakin, sebagaimana saat memimpin Surabaya, Bu Risma akan sepenuh hati, all-out mengemban amanat itu. Bu Risma punya passion di bidang yang diurus oleh kementrian itu, yakni bidang sosial. Jika saat ini beliau dipercaya memimpin kementerian itu, saya yakin akan lebih baik," kata Ahmad Muhibbin Zuhri di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, Presiden Joko Widodo telah menentukan pilihan yang tepat dengan memilih Risma untuk melaksanakan tanggung jawab di Kementerian Sosial (Kemensos).

Baca juga: PDIP: Warga Surabaya bangga Risma jabat mensos

"Saya yakin presiden selain mempertimbangkan portofolio keberhasilan Bu Risma selama ini, juga menyaksikan langsung bagaimana Bu Risma memiliki kepekaan sosial yang tinggi," ujarnya.

Kepekaan itu, lanjutnya, yang mendasari dan sekaligus menjadi faktor penting dalam implementasi program-programnya sebagai Wali Kota Surabaya.

"Selamat untuk Bu Risma yang telah mendaparkan amanat baru dari bapak Presiden sebagai Menteri Sosial. Semoga beliau dianugerahi kekuatan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam jabatan itu sebaik-baiknya," katanya.

Baca juga: Pengamat: Banyak tantangan yang dihadapi Risma saat jabat Mensos

Pengamat politik sekaligus Direktur Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W. Oetomo menilai banyak tantangan yang harus dihadapi Tri Rismaharini saat ditunjuk Presiden Jokowi menjabat menteri sosial (mensos).

Menurut dia, ada begitu banyak pekerjaan rumah dan tantangan yang harus mampu dijawab Risma untuk bisa menjawab ekspektasi publik, salah satunya Risma harus menghadapi berbagai problem internal kementerian yang ditinggalkan oleh mensos sebelumnya hingga membuatnya terkena OTT KPK.

"Koordinasi, konsolidasi dan berbagai pembenahan internal kementerian tentu bukan hal yang gampang dan memerlukan energi tersendiri," katanya.

Sebagai mensos baru, katanya, Risma mau tidak mau harus berhadapan dengan citra diri lembaga Kemensos yang bisa dibilang ada pada titik nadir dengan berbagai kasus yang menjerat mensos-mensos sebelumnya.

Baca juga: Profil - Tri Rismaharini dari Wali Kota Surabaya menuju Mensos
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020