Atasi COVID-19, Korsel perintahkan penutupan pariwisata musim dingin

Atasi COVID-19, Korsel perintahkan penutupan pariwisata musim dingin

Petugas medis bekerja mengambil sampel untuk tes COVID-19 di area khusus yang terletak di stasiun kereta di Seoul, Korea Selatan, Selasa (15/12/2020). Korea Selatan melaporkan 1.030 penularan virus corona baru, memecahkan rekor sehari sebelumnya, yakni 950 kasus penularan. ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/rwa.

Seoul (ANTARA) - Korea Selatan pada Selasa bergerak untuk menutup semua resor ski dan tempat wisata musim dingin dalam upaya menghentikan penyebaran virus corona baru karena gelombang ketiga pandemi terbukti jauh lebih sulit untuk ditahan di wilayah padat penduduk di ibu kota.

Dari 24 Desember hingga 3 Januari, pemerintah akan menutup fasilitas ski dan tempat-tempat wisata, yang populer selama musim akhir tahun, kata Perdana Menteri Chung Sye-kyun, berbicara di televisi.

Pertemuan lebih dari empat orang tidak akan diizinkan, katanya, sementara pembatasan anti virus yang lebih ketat akan diberlakukan di restoran untuk mengurangi infeksi.

Pengumuman itu muncul setelah Seoul dan daerah sekitarnya melarang pertemuan lebih dari empat orang selama liburan Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: Korsel laporkan 950 kasus COVID-19 baru, kenaikan harian tertinggi
Baca juga: Korsel kerahkan militer di Seoul saat kasus COVID, kematian meningkat


Korea Selatan mencatat jumlah kematian harian tertinggi akibat virus corona pada hari Senin.

Korea Selatan melaporkan 869 kasus COVID-19 pada Senin tengah malam, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan pada hari Selasa, turun dari catatan harian 1.097 yang dilaporkan selama akhir pekan.

Maraknya kasus baru telah mengguncang Korea Selatan yang selama berbulan-bulan dianggap sebagai kisah sukses mitigasi. Kasus-kasus baru membuat penghitungan nasional menjadi 51.460 infeksi, dengan 722 kematian.

"Pesan yang didesak oleh pemerintah kepada rakyat sudah jelas," kata Chung. "Kami dengan tulus meminta Anda untuk membatalkan semua perjalanan dan pertemuan dan tinggal di rumah selama liburan Natal dan Tahun Baru."

Pemerintah nasional sejauh ini menolak seruan untuk memberlakukan Fase 3 dalam rencana anti-COVID-19 negara itu, aturan jarak sosial yang paling sulit dikategorikan yang pada dasarnya akan mengunci ekonomi terbesar keempat di Asia itu.

Sumber : Reuters

Baca juga: Korsel catat rekor kasus COVID-19 saat penjara laporkan wabah besar
Baca juga: Korsel laporkan 1.030 infeksi COVID, rekor harian kedua
Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020