Menristek: Perkuat ekosistem riset-inovasi energi baru dan terbarukan

Menristek: Perkuat ekosistem riset-inovasi energi baru dan terbarukan

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro. ANTARA/HO-Unair/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mendorong untuk penguatan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia termasuk untuk bidang energi baru dan terbarukan (EBT).

"Saya sangat mengapresiasi perkembangan Baron Techno Park yang telah mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai teknologi energi baru dan terbarukan. Teknologi EBT ini hadir untuk menjawab kebutuhan masa depan umat manusia karena seperti yang kita ketahui bahwa energi berbasis sumber daya alam pasti akan habis pada waktunya. Saya berharap kehadiran Techno Park seperti ini mampu menguatkan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia," kata Menristek Bambang saat mengunjungi Baron Techno Park, Yogyakarta, Jumat.

Menristek Bambang mengunjungi kawasan Baron Techno Park dan mendukung kawasan itu untuk terus menjadi kawasan wisata edukasi untuk berbagai kalangan yang ingin mengenal lebih banyak terkait EBT.

Baca juga: Menristek: Perkuat riset tingkatkan ekonomi bangsa

Baron Techno Park dibangun Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sejak 2010 sebagai pusat penelitian dan pengembangan teknologi energi terbarukan dan sarana diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi energi terbarukan.

Kepala BPPT Hammam Riza menuturkan secara nasional, Baron Techno Park dibangun untuk mendukung Kebijakan Energi Nasional yang menargetkan pemanfaatan 23 persen EBT untuk kelistrikan pada 2025.

Techno Park juga berperan sebagai wahana untuk pembelajaran dan obyek wisata edukasi.

Baca juga: BPPT Innovator Awards 2020 memotivasi anak bangsa tingkatkan inovasi

Ke depan, akan mengembangkan kawasan terpadu di Baron yang mensinergikan aktivitas riset dan pengembangan dengan aktivitas wisata edukasi, pusat ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi dan sosial budaya.

"Harapan ke depan Baron Techno Park menjadi kawasan yang inspiratif, tenang dan nyaman di mana kemajuan teknologi berkembang secara harmonis dengan kearifan budaya lokal," tutur Hammam.

Baron Techno Park juga diharapkan oleh Pemerintah Provinsi Yogyakarta untuk berperan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menggerakkan perekonomian melalui wisatawan yang berkunjung.

Baron Techno Park menggunakan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) berbasis EBT. EBT tersebut antara lain adalah tenaga surya, tenaga bayu (angin), tenaga diesel, dan baterai. Baron Techno Park juga dilengkapi dengan stasiun cuaca dan hybrid power controller (HPC).

Kawasan Baron Techno Park mempunyai fungsi pusat riset dan pengembangan dan pengujian teknologi (laboratorium lapangan) pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan, sebagai model pengembangan kawasan energi mandiri, sebagai percontohan daerah terpencil (remote) yang tidak terjangkau listrik PLN, sebagai Baron Smart and Green Village".

Techno Park itu juga memegang peranan sebagai pusat pelatihan sumber daya manusia, diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan edukasi iptek pengembangan sumber daya EBT, pusat pengembangan sistem inovasi dan inkubasi teknologi.

Baca juga: Menristek: Inovasi sebagai solusi terhadap ketergantungan impor
Baca juga: Menteri: N219 Nurtanio awal kebangkitan industri dirgantara Indonesia
Baca juga: Menristek apresiasi pengembangan dan proses sertifikasi Pesawat N219
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020