BI: Merger bank syariah perkuat daya saing keuangan syariah RI

BI: Merger bank syariah perkuat daya saing keuangan syariah RI

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Kamis (17/12/2020). ANTARA/Tangkapan layar Youtube Bank Indonesia/pri.

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai merger tiga bank syariah akan memperkuat daya saing ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air karena Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan ekonomi syariah.

"BI menyambut gembira merger bank syariah ini karena BI sangat mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah," kata Perry dalam jumpa pers virtual usai Rapat Dewan Gubernur BI edisi Desember 2020 di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia siapkan rencana bisnis 2021-2023

Gubernur BI menyambut baik inisiatif positif dan sejalan dengan masterplan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang digariskan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Selain memperkuat daya saing, lanjut dia, merger tiga bank syariah yang merupakan anak usaha tiga bank BUMN atau Himbara itu juga akan mendorong pengembangan rantai nilai halal di Indonesia.

Perry menambahkan berdasarkan indeks global, Indonesia masuk 10 besar ekonomi dan keuangan syariah baik di bidang keuangan, makanan, hingga fesyen.

Sementara itu, BI juga melakukan penguatan kebijakan moneter dan makroprudensial bidang syariah dengan mengeluarkan inisiatif baru dalam mengembangkan dan memperluas pasar uang syariah.

"BI sudah menerbitkan tidak hanya sukuk BI untuk operasi moneter syariah tapi juga pasar uang syariah melalui berbagai instrumen di pasar uang syariah," katanya.

Sebelumnya, tiga bank syariah milik Himbara bergabung yakni BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Mandiri Syariah.

Akta penggabungan ketiga bank syariah itu sudah ditandatangani pada Rabu (16/12/2020) sebagai salah satu legalitas menuju penggabungan yang rencananya mulai berlangsung pada Februari 2021.

Merger tiga bank syariah yang dinamakan Bank Syariah Indonesia (BSI) itu dinilai akan menjadi salah satu bank syariah terbesar di Indonesia bahkan global, dengan aset mencapai Rp214 triliun dan modal inti Rp20,4 triliun.

Baca juga: Wamen BUMN proyeksi pertumbuhan BSI akan lampaui bank konvensional
Baca juga: RUPSLB BRIsyariah sepakati merger dengan BNI Syariah dan BSM

Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020