Kemendes: Pengembangan Desa Komodo harus satu paket

Kemendes: Pengembangan Desa Komodo harus satu paket

Kasubdit Pengembangan SDA Kawasan Perdesaan Wilayah dua Direktorat Jenderal (Kemendes PDTT) Dr Widarjanto. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengatakan konsep pengembangan Desa Komodo Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi desa wisata berbasis budaya maritim harus dilakukan satu paket sekaligus agar berdampak pada lokasi lainnya.

"Saya kira tempat wisata berdiri sendiri tidak bisa atau tidak berdaya dengan baik," kata Kasubdit Pengembangan SDA Kawasan Perdesaan Wilayah dua Direktorat Jenderal (Kemendes PDTT) Dr Widarjanto pada diskusi daring dengan tema peluang dan pengembangan Desa Komodo menuju desa wisata berbasis budaya maritim yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Artinya, wisatawan yang mengunjungi Taman Nasional Komodo (TNK) tidak hanya mengunjungi satu titik saja melainkan dapat diarahkan pada lokasi lainnya.

Sebagai contoh, sebelum menuju Pulau Komodo, perjalanan wisata dari Pulau Rinca dan Pulau Padar dapat dimulai dari lokasi lain misalnya Pulau Kelalawar, Pulau Kelor, Pink Beach, Loh Liong, Desa Komodo dan baru menuju Pulau Komodo.

Baca juga: TNK paparkan peluang Desa Komodo menuju desa berbasis budaya maritim

Baca juga: Dosen UI rancang strategi pengembangan Desa Wisata Komodo


"Jadi Desa Komodo yang akan dikembangkan ini jangan sampai dilewatkan, harus satu paket," katanya.

Secara umum, pemberdayaan desa wisata komodo merupakan bagian dari program Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN). Dalam program itu terdapat dua klasifikasi yakni desa utama dan desa penyangga.

Desa utama atau prioritas wisata desa meliputi Desa Komodo, Papagarang, dan Pasir Panjang. Sedangkan desa penyangga yaitu Desa Pasir Putih, Warloka, Macang Tanggar, Golo Mori, Tiwu Nampar, Pantar, Compang Longgo, Golo Pongkor, Gorontalo dan Desa Batu Cermin.

Desa-desa penyangga tersebut merupakan desa yang bertujuan membantu pengembangan pariwisata di kawasan perdesaan itu.

KPPN sendiri bertujuan melihat secara makro pedesaan berbasis wisata, minapolitan dan agroindustri. Artinya, gagasan yang diusung Kemendes PDTT tidak hanya fokus pada pariwisata saja namun juga mendorong sektor lainnya atau dikolaborasikan bersama.*

Baca juga: Dua desa di kawasan Taman Nasional Komodo kini dialiri listrik 24 jam

Baca juga: Curiga ada motif lain, Warga Desa Komodo tolak penutupan Pulau Komodo
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020