Kemenkes: Sosialisasi 3M harus kontinu dan konsisten

Kemenkes: Sosialisasi 3M harus kontinu dan konsisten

Karyawan pusat perbelanjaan berkeliling dengan membawa poster saat aksi sosialisasi bahaya COVID-19, di Grand Mall, Solo, Jawa Tengah, Senin (7/12/2020). Aksi tersebut untuk mengingatkan pengunjung pentingnya meningkatkan kewasapaan terhadap COVID-19 dengan tetap menjaga protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan saat berada di tempat umum. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/hp.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengatakan sosialisasi penerapan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau 3M harus dilakukan dengan kontinu serta konsisten agar betul-betul menjadi kebiasaan baru dan gaya hidup masyarakat.

"Tugas kita adalah mengingatkan terus soal 3M ini dan jangan sampai terputus," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Selama ini, kata dia, pemerintah daerah melalui Satgas Penanganan COVID-19 memang telah memberikan sanksi kepada masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan.

Namun, kebanyakan dari sanksi tersebut bersifat edukatif dan cenderung agak lemah. Akibatnya, banyak masyarakat mungkin saja tidak terlalu khawatir dengan ancaman sanksi itu. sehingga masih ditemukan banyak pelanggaran, misalnya tidak memakai masker atau berkumpul tanpa menjaga jarak.

"Jadi, memang penegakan hukumnya mungkin harus kita perkuat lagi," kata juru bicara vaksinasi COVID-19 tersebut.

Baca juga: Kemenkes sebut penerapan 3M oleh masyarakat agak menurun

Sembari memberi penguatan penegakan hukum, saat bersamaan pemerintah atau pihak terkait harus gencar pula mengingatkan masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan, misalnya di tempat keramaian dan sebagainya.

"Misalnya kalau ketemu orang di jalan tidak pakai masker kita ingatkan atau kalau ada kerumunan dibubarkan," katanya.

Ia mengatakan kasus positif hanya dapat diputus mata rantai penularan di masyarakat dengan cara isolasi mandiri.

Hal yang paling penting juga dari sekian banyak kasus positif, katanya, orang dengan gejala sedang dan berat harus bisa ditangani sebaik mungkin di fasilitas kesehatan.

Di sisi lain, Siti Nadia mengaku saat ini kecenderungan masyarakat patuh pada penerapan protokol kesehatan mulai agak menurun.

Padahal, 3M merupakan salah satu kunci utama dalam membentengi diri agar tidak terpapar COVID-19.

"Penerapan 3M ini sedikit melemah," ujarnya.

#satgascovid19
#ingatpesanibucucitanganpakaisabun
#ingatpesanibujagajarak

Baca juga: Satgas: COVID-19 masih lama hilang, masyarakat tetap harus disiplin 3M
Baca juga: Presiden: Meski sudah ada vaksin, tetap disiplin 3M
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020