Andre Rosiade ajak masyarakat terima hasil pilkada lapang dada

Andre Rosiade ajak masyarakat terima hasil pilkada lapang dada

Anggota DPR RI Andre Rosiade mengunjungi sejumlah TPS di Kota Padang untuk melakukan pemantauan. ANTARA/HO-Aspri/am.

Padang (ANTARA) - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sumbar 1, Andre Rosiade mengajak masyarakat untuk menerima hasil pemungutan suara dalam Pikada Serentak 2020 dengan lapang dada.

“Bagi yang menang, selamat dan bisa memimpin Sumbar dengan baik. Bagi yang tidak puas, bisa menempuh jalur konstitusi dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan yang penting pilkada berjalan damai,” kata Andre yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini, ketika memantau proses pemungutan suara di di TPS 07 Kelurahan Purus, Padang Barat, di Padang, Rabu.

Ia berharap pilkada berjalan baik dan semua pihak bisa menerima hasilnya dengan lapang dada, karena pilkada adalah pesta demokrasi yang harus kita ikuti dengan hati riang dan badunsanak (berkeluarga).

"Apa pun hasilnya jangan sampai memecah belah kesatuan dan persatuan," kata dia lagi.
Baca juga: KPU Sumbar: 137 petugas KPPS positif COVID-19
 

Selain itu, ia melihat protokol kesehatan sudah dilaksanakan dengan baik oleh petugas KPPS dan para pemilih.

“Alhamdulillah, kami siang ini melihat proses pemungutan suara berjalan cukup baik. Di beberapa TPS yang kami lihat, seperti di Jati, Nanggalo, dan Singgalang, Koto Tangah semua cukup baik prosesnya. Semoga tidak menjadi klaster baru pilkada ini,” katanya pula.

Dia melihat setiap petugas menggunakan alat pelindung diri (APK) yang baik, seperti pelindung wajah dan masker maupun perlengkapan pencuci tangan.

“Kami mengapresiasi para petugas KPPS yang sangat patuh terhadap aturan prokes dengan baik. Semoga berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut dia, hingga pukul 11.30 WIB, dirinya berkeliling di 11 TPS, belum ada yang mencapai 70 persen kedatangan, bahkan masih ada yang di bawah 50 persen.

Tentunya ini sangat merisaukan, karena ada kemungkinan tingkat partisipasi warga memilih rendah dibandingkan pileg atau pilkada sebelum-sebelumnya.

“Kami berharap pemilih tetap datang dan tingkat partisipasi meningkat. Karena, pilkada akan lebih baik dengan partisipasi yang tinggi. Tapi karena pandemi COVID-19 ini, banyak yang memprediksi akan menurun. Semoga tidak terlalu buruk dari pemilihan-pemilihan langsung sebelumnya,” katanya pula.
Baca juga: Gubernur : Penyelenggara Pilkada reaktif COVID-19 harus tes usap PCR

Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020