Jatim waspadai penambahan kasus COVID-19 saat libur akhir tahun

Jatim waspadai penambahan kasus COVID-19 saat libur akhir tahun

Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (5/12/2020). ANTARA/HO-Humas Pemkot Malang/VFT.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan tengah mewaspadai adanya potensi penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19, akibat tingginya mobilitas masyarakat pada libur perayaan Natal, dan tahun baru.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Malang, mengatakan bahwa pada saat ada libur panjang, tingkat interaksi antarmasyarakat mengalami peningkatan cukup tinggi, dan berpotensi menyebarkan virus Corona.

"Menjelang libur panjang akhir tahun, kita bisa melihat data, ketika terjadi interaksi masyarakat yang mobilitasnya tinggi, maka ada kecenderungan peningkatan kasus COVID-19 yang cukup signifikan," kata Khofifah, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Baca juga: Pemprov Jatim berupaya tekan penambahan kasus COVID-19

Menurut Khofifah, berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Timur, peningkatan interaksi masyarakat tersebut terjadi pada saat libur perayaan Idul Fitri, peringatan 17 Agustus, termasuk pada libur panjang akhir Oktober hingga awal November 2020.

"Ketika melihat data seperti itu, maka tentu kita harus membangun kewaspadaan, dan kehati-hatian, termasuk kesiapsiagaan, bahwa akan ada libur panjang akhir tahun," kata Khofifah.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melakukan koordinasi dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten kota, termasuk instansi terkait seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi).

"Pelapisan koordinasi ini memang harus kami lakukan, dan tentu dengan cek lapangan," kata Khofifah.

Di Jawa Timur, saat ini ada empat daerah yang berstatus zona merah, atau wilayah yang memiliki risiko tinggi penyebaran COVID-19. Empat daerah tersebut adalah Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, Kabupaten Jombang, dan Kota Batu.

Tercatat, di Jawa Timur, secara keseluruhan ada 64.440 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total kasus tersebut, sebanyak 56.386 pasien dinyatakan sembuh, 4.550 orang dilaporkan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.

Baca juga: Khofifah harapkan RS lapangan efektif tangani pasien COVID-19
Baca juga: RS lapangan Kota Malang dipersiapkan tampung 306 pasien COVID-19
Baca juga: Kepala BNPB tinjau persiapan RS lapangan di Kota Malang

Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020