Pemprov Jatim berupaya tekan penambahan kasus COVID-19

Pemprov Jatim berupaya tekan penambahan kasus COVID-19

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada saat memimpin rapat koordinasi dengan Forkopimda Malang Raya di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (5/12/2020). ANTARA/Pool-Rifky Edgar.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan tengah berupaya menekan penambahan kasus konfirmasi positif virus corona, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pada pekan lalu, di Jawa Timur ada empat wilayah yang kembali masuk dalam zona merah, atau daerah yang memiliki risiko tinggi penyebaran virus corona.

"Kita harus kerja keras kembali, karena empat daerah di Jawa Timur kembali merah," kata Khofifah di Kota Malang, Sabtu.

Baca juga: Gubernur Jawa Timur kampanyekan gerakan bermasker sambil gowes

Baca juga: Khofifah imbau bakal calon kepala daerah kampanye protokol kesehatan


Empat wilayah yang kembali berstatus zona merah tersebut adalah Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, Kabupaten Jombang, dan Kota Batu. Oleh karena itu, lanjut Khofifah, pelaksanaan operasi yustisi harus dimaksimalkan.

Menurut Khofifah, dengan adanya pelaksanaan operasi yustisi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan, dinilai mampu menekan angka penyebaran COVID-19.

Khofifah menambahkan kedisiplinan yang harus terus dijalankan masyarakat pada saat melakukan aktivitas di luar rumah adalah menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.

"Kedisiplinan itu harus tetap dijadikan satu kesatuan untuk bisa menurunkan atau bahkan menghentikan penyebaran OCVID-19," kata Khofifah.

Pada Juli hingga awal November 2020, wilayah Jawa Timur bisa keluar dari zona merah penyebaran COVID-19, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.

"Saat itu ada 13 zona merah, kemudian menjadi hilang sama sekali. Namun, pekan lalu ada empat daerah yang kembali masuk zona merah," kata Khofifah.

Baca juga: Malang Raya segera masuki masa transisi usai pelaksanaan PSBB

Baca juga: Lazismu PWM Jatim sumbang PMI Malaysia Rp150 juta


Selain itu, lanjut Khofifah, dalam upaya untuk menangani pandemi COVID-19, sangat bergantung pada kekuatan pentahelix, yang merupakan sinergi antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dunia industri, dan media.

"Perjalanan kita untuk bisa menangani COVID-19 sangat banyak bergantung pada kekuatan pentahelix," kata Khofifah.

Hingga saat ini, di wilayah Jawa Timur, secara keseluruhan tercatat ada 64.440 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total kasus tersebut, 56.386 pasien dinyatakan sembuh, 4.550 orang dilaporkan meninggal dunia dan sisanya berada dalam perawatan.

Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020