BPIP-Fatayat NU DIY deklarasikan jihad pangan

BPIP-Fatayat NU DIY deklarasikan jihad pangan

Deklarasi "Jihad Pangan, Tanam Berkah" kerja sama antara BPIP dan PW Fatayat NU DIY (ANTARA/HO/BPIP)

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Pengurus Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta mendeklarasikan jihad pangan untuk membantu memperkuat ketahanan nasional di tengah pandemi COVID-19.

"Program jihad pangan adalah bagian dari ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga adalah bagian dari ketahanan nasional," kata Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi melalui keterangan tertulis yang diterima di Yogyakarta, Kamis.

Deklarasi "Jihad Pangan, Tanam Berkah" merupakan kerja sama antara BPIP dan PW Fatayat NU DIY. Pembacaan deklarasi dipimpin oleh Ketua PW Fatayat NU DIY, Khotimatul Husna, dan disaksikan oleh Kasubdit Sosialisasi BPIP Hotrun Siregar.

Baca juga: BPIP: Taat prokes dan bersedia vaksinasi wujud jiwa Pancasila

Untuk mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar sekaligus mendorong solidaritas sosial, PW Fatayat NU DIY mengampanyekan kemandirian pangan dengan mengajak anggotanya dan seluruh komunitas menanam bahan pangan di lingkungan/pekarangan masing-masing maupun lahan bersama.

"Keluarga dengan pondasi ketahanan pangan yang kuat tidak akan mudah terjebak dalam pemahaman kebangsaan yang keliru atau radikalisme," kata Yudian.

Menurut dia, dengan menanam bahan pangan di ladang sendiri maupun di lahan bersama diharapkan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri dan pemenuhan kebutuhan pokok tidak terpengaruh oleh menurunnya daya beli akibat pelambatan ekonomi.

Ia mengatakan bagi BPIP kemandirian dan kerja sama antar-komunitas adalah wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila di masa pandemi.

Deklarasi yang diinisiasi oleh perempuan pegiat sosial dari PW Fatayat, menurut dia, merupakan kontribusi perempuan sebagai simpul penting penggerak masyarakat.

"Perempuan bukan hanya aktor penting di wilayah domestik atau publik, melainkan juga memainkan peran penting sebagai penghubung antarmasyarakat," kata dia.

Kemandirian, kerja sama dan solidaritas sosial yang ditunjukkan oleh para perempuan pegiat sosial di lingkaran Fatayat, menurutnya, mengejawantahkan spirit Pancasila yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.

Baca juga: BPIP: Omnibus Law UU Cipta Kerja sejalan dengan Pancasila

Deklarasi "Jihad Pangan" adalah puncak dari kampanye bercocok tanam atasi pandemi, yang sudah digaungkan oleh PW Fatayat NU DIY sejak September 2020 lalu.

PW Fatayat telah membagi 400 bibit di 20 kecamatan yang tersebar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Selain itu, juga sudah disebar ribuan bibit lele untuk komunitas.

Selama masa pandemi, PW Fatayat sudah melakukan beragam kampanye dan bantuan dengan jumlah penerima manfaat program 7.511 penerima manfaat yang berasal dari berbagai golongan, di antaranya dalam bentuk ribuan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan, pesantren, dan LP Wanita, bantuan sembako untuk keluarga tidak mampu, dan suplai makanan dan vitamin di kluster-kluster COVID-19.

Baca juga: Kasad: TNI AD siap bantu ketahanan pangan di masa pandemi
Baca juga: Menteri PUPR ajak Kadin inovasi teknologi ketahanan pangan
Baca juga: Meski La Nina, Mentan jamin ketersediaan beras sampai Juni 2021
Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020