DPRD minta roda pemerintahan di DKI Jakarta tetap normal

DPRD minta roda pemerintahan di DKI Jakarta tetap normal

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Selasa (17/11/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj

Jakarta (ANTARA) - DPRD DKI Jakarta meminta roda pemerintahan di DKI tetap normal setelah Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria positif terjangkit virus corona (COVID-19).

"Tentu ini adalah peristiwa berat untuk Pemprov DKI, Gubernur (Anies) dan Wakil Gubernur (Ahmad Riza Patria) positif. Tetapi bagaimanapun saya meminta agar roda pemerintahan tetap berjalan sebagaimana mestinya," kata Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di Jakarta, Selasa.

Roda pemerintahan tersebut, kata Prasetio, harus berjalan demi bisa memberikan pelayanan prima pada warga DKI.

Dia menilai Anies kemungkinan telah mempersiapkan dan menunjuk nama yang akan menjadi pelaksana harian (plh) untuk menjalankan roda pemerintahan, sementara Anies fokus memulihkan diri.

"Saya meminta kepada plh ini untuk tetap optimal melakukan pengawasan dan pemulihan di masa pandemi. Intinya roda pemerintahan tak boleh berhenti," tuturnya.

Baca juga: Istana yakin kepemimpinan di DKI Jakarta tetap dapat berjalan baik
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria disemprot disinfektan sebelum masuk ke Hotel U-Stay Mangga Besar, Selasa (6/10/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

DPRD DKI Jakarta sedang memfinalisasi Rancangan APBD DKI Tahun Anggaran 2021 yang membutuhkan sinergitas kerja antara pemerintah daerah dan DPRD agar tetap terjalin serta berjalan baik.

"Karena itu, dengan peristiwa tersebut pun saya meminta agar seluruh ASN di lingkungan Balai Kota Jakarta patuh protokol kesehatan dan tetap lakukan pelayanan terbaik kepada warga," kata Prasetio.

Sebelumnya, dalam pernyataan tertulis, Anies menyampaikan positif terpapar COVID-19 berdasar hasil tes usap PCR yang keluar pada Selasa dini hari (1/12). Pada Senin siang (30/11), Anies telah melaksanakan tes usap PCR di Balai Kota DKI Jakarta.

Pada Rabu (25/11), Anies juga telah melakukan tes usap PCR rutin dan saat itu hasilnya juga negatif. Pada Ahad (29/11), usai Wagub Ariza dinyatakan positif COVID-19, Anies juga sempat melakukan tes usap antigen dan hasilnya negatif.

Beberapa hari sebelumnya, Anies intens bertemu dengan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria untuk rapat berdua. Anies menyebutkan, saat ini kondisinya dalam keadaan baik dan tanpa gejala.

"Setelah berkonsultasi dan sesuai dengan arahan dokter, saya akan menjalani isolasi mandiri dan mengikuti prosedur pengobatan yang ditetapkan tim medis," ujarnya.

Baca juga: Menteri Besar Selangor doakan Anies Baswedan segera sembuh
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (kanan). (ANTARA/Livia Kristianti)

Anies berpesan agar kondisinya saat ini menjadi perhatian bahwa COVID-19 bisa menjangkiti siapa saja.

"Kondisi saya saat ini untuk menjadi perhatian. COVID bisa mengenai siapa saja, maka kehati-hatian harus terus dijaga," kata Anies.

Kendati dipastikan positif COVID-19, Anies Baswedan menjamin bahwa produktivitas Pemprov DKI Jakarta tidak akan menurun dan berbagai proses kebijakan tidak akan terganggu.

Anies dalam keterangan videonya di Jakarta, Selasa, pihaknya akan menjalankan tugasnya dan pertemuan secara virtual.

"Kita semua sudah terbiasa menjalani kerja virtual ini sejak April lalu. Maka tidak perlu ada kekhawatiran bahwa produktivitas akan menurun atau berbagai proses kebijakan akan terganggu," kata Anies.
Baca juga: Ketua DPD RI doakan Anies segera pulih dari COVID-19
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020