Econusa gunakan jaring bersihkan laut Banda Neira

Econusa gunakan jaring bersihkan laut Banda Neira

Pendiri Yayasan Econusa Bustar Maitar (kanan) mencoba penggunaan jaring sampah laut di perairan Lagoon Pulau banda Naira, Provinsi Maluku, Senin (16/11/2020). (ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA)

Ambon (ANTARA) - Yayasan Econusa mengaplikasikan penggunaan jaring untuk membersihkan perairan Lagoon dari sampah plastik di Pulau Banda Naira, Provinsi Maluku.

Pendiri Yayasan Econusa Bustar Maitar mengatakan selama ini masyarakat dan komunitas di Banda menggunakan "serok" atau jaring kecil untuk mengumpulkan sampah plastik.

"Namun, kami bersama komunitas di Banda memperkenalkan alternatif dengan jaring yang bentangannya lebih luas, untuk menjaring sampah lebih banyak," kata Bustar di Banda, Selasa.

Mustar mengatakan mereka sudah mencoba berulang kali untuk menggunakan jaring tersebut. Pihaknya terus mengevaluasi efektivitas penggunaan jaring sampah laut itu untuk lebih baik lagi.

Menurut Mustar, jaring tersebut dibuat dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 5 meter. Jaring itu ditarik dengan dua kapal cepat pada bagian sisinya.

Saat uji coba di Perairaan Lagoon, Banda, Yayasan Econusa juga mengajak dua personel Band Slank, yakni Akhadi Wira Satriaji (Kaka) dan Mohammad Ridwan Hafieds (Ridho).

Mustar menyatakan sampah plastik menjadi ancaman untuk ekosistem laut. Bahkan setiap aksi pembersihan pantai dan laut, ditemukan berbagai macam sampah dari produk merk terkenal.

Ekspedisi Maluku dilaksanakan sejak 22 Oktober hingga 18 November mendatang. Ekspedisi dimulai dari Sorong, Pulau Kofiau, Gane Dalam, Samo, Tidore, Ambon Tulehu, Haruku, Saparua, Nusa Laut, Rhun, Ai, Hatta, dan berakhir di Banda.

Perjalanan yang memakan waktu 25 hari itu menempuh 17 titik menggunakan Kapal Kurabesi. Pemberhentian selama beberapa hari di Kampung Samo, Ternate-Tidore dan Kajoa digunakan untuk melakukan kegiatan kampanye dan peningkatan kesadaran kepada masyarakat.
Pewarta : Fauzi
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020