Survei BI indikasikan penjualan eceran September lanjutkan perbaikan

Survei BI indikasikan penjualan eceran September lanjutkan perbaikan

Suasana restoran di mal Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (27/10/2020). ANTARA/Nanien Yuniar/aa.

Jakarta (ANTARA) - Penjualan eceran pada September 2020 melanjutkan tren perbaikan yang terjadi sejak Juni 2020, tercermin dari pertumbuhan indeks penjualan riil (IPR) pada September 2020 tercatat minus 8,7 persen (yoy), membaik dibandingkan pertumbuhan IPR pada Agustus, yang minus 9,2 persen (yoy).

"Perbaikan penjualan eceran terjadi pada sebagian besar kelompok komoditas yang dipantau seperti kelompok makanan, minuman dan tembakau yang tercatat tumbuh positif dalam dua bulan terakhir, serta perbaikan pada sub kelompok sandang dan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko dalam info terbaru di Jakarta, Rabu.

Baca juga: BI: Penjualan eceran membaik pada Agustus, meski tetap minus

Menurut dia, perbaikan penjualan eceran diprakirakan sedikit tertahan pada Oktober 2020 dengan tumbuh sebesar minus 10,0 persen (yoy). Sejumlah komoditas, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau dan kelompok barang budaya dan rekreasi, diprakirakan mengalami penurunan penjualan.

Sementara itu, beberapa komoditas diprakirakan mengalami perbaikan kinerja penjualan, antara lain kelompok perlengkapan rumah tangga dan bahan bakar kendaraan bermotor.

Secara bulanan, kinerja penjualan eceran pada Oktober 2020 diprakirakan tumbuh 0,1 persen (mtm), sejalan perayaan hari besar keagamaan nasional (HBKN) dan libur panjang pada akhir bulan.

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada tiga bulan mendatang yakni Desember 2020 diprakirakan meningkat, sedangkan pada enam bulan mendatang yakni Maret 2021 menurun.

Indikasi peningkatan harga pada Desember 2020 tersebut tercermin dari indeks ekspektasi harga umum (IEH) tiga bulan yang akan datang sebesar 142,5, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH bulan sebelumnya sebesar 132,5. Hal tersebut didorong oleh peningkatan permintaan saat HBKN dan libur akhir tahun.

Sementara itu, IEH 6 bulan yang akan datang sebesar 160,0, lebih rendah dibandingkan dengan 166,9 pada bulan sebelumnya, sejalan dengan lancarnya distribusi barang dan pasokan, kata Onny.

Baca juga: BI ungkap pergeseran sistem pembayaran ritel melalui "fintech"
Baca juga: Survei BI indikasikan perbaikan keyakinan konsumen Oktober tertahan
Pewarta : Ahmad Buchori
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020