Dua pejabat di kecamatan jalani isolasi karena positif COVID-19

Dua pejabat di kecamatan jalani isolasi karena positif COVID-19

Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi COVID-19 Cianjur, Jawa Barat, dr Yusman Faisal. (ANTARA/Ahmad Fikri)

Cianjur (ANTARA) - Dua orang pejabat di lingkungan Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur, Jawa Barat, menjalani isolasi di rumah sakit dan vila khusus karena positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap (swab), keduanya merupakan camat dan kepala puskesmas di wilayah tersebut.

"Camat dan Kepala Puskesmas Cikalongkulon, dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap. Sehingga keduanya akan menjalani isolasi, untuk camat di Vila Ciherang, sedangkan untuk kepala puskesmas di RSUD Cianjur karena disertai penyakit," kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur, dr Yusman Faisal saat dihubungi Selasa.

Dia menjelaskan Kepala Puskesmas Cikalongkulon B, diduga terpapar dari Camat Cikalongkulon N yang lebih dulu terpapar COVID-19 karena sempat melakukan kontak erat. Gugus tugas langsung melakukan penelusuran guna mengetahui kondisi kesehatan pegawai di lingkungan kecamatan dan puskesmas.

Kegiatan di kedua kantor tersebut, dibatasi karena sebagian besar pegawai, baik di kecamatan atau puskesmas dirumahkan, menunggu hasil tes usap keluar. Untuk tes usap terhadap tenaga kesehatan di puskesmas, dilakukan terhadap 30 orang dan masih menunggu hasil.

Baca juga: Cianjur minta pesantren rutin laporkan kondisi kesehatan santri

Baca juga: Ada tujuh lagi, santri positif di Cianjur-Jabar bertambah 44 orang


"Pelayanan di puskesmas dibatasi, hanya pelayanan IGD yang berjalan. Sedangkan pelayanan poliklinik untuk sementara ditutup. Untuk pegawai kecamatan dilakukan sistem kerja di rumah atau WFH," katanya.

Terus bertambahnya angka pasien positif, membuat pihaknya akan lebih menggencarkan pemeriksaan di sejumlah tempat termasuk kantor dinas, kecamatan, puskesmas dan lingkungan umum serta pondok pesantren, sebagai upaya penanganan cepat untuk memutus rantai penyebaran virus berbahaya.

"Kami terus mengimbau berbagai pihak dan kalangan untuk menerapkan protokol kesehatan ketat, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dan memeriksakan kesehatan bagi semua kalangan yang memiliki mobilitas tinggi setiap harinya," kata Yusman.*

Baca juga: Sedikitnya 37 santri di dua ponpes di Cianjur positif COVID-19

Baca juga: Disdukcapil Cianjur berlakukan WFH karena ada pegawai positif COVID-19
Pewarta : Ahmad Fikri
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020