PM Israel ucapkan selamat kepada Biden

PM Israel ucapkan selamat kepada Biden

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) bercengkerama dengan Presiden AS Donald Trump setelah penandatanganan dokumen Abraham Accords di Halaman Selatan Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Selasa (15/9/2020). Kesepakatan itu menormalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara tetangga Timur Tengah, dalam penyelarasan strategis negara-negara Timur Tengah untuk melawan Iran . REUTERS/Tom Brenner/AWW/djo

Yerusalem (ANTARA) - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu mengucapkan selamat kepada Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden, sambil menyatakan harapan dapat bekerja sama dengan pemerintahan baru AS dan memperkuat aliansi kedua negara.

"Selamat @JoeBiden dan @KamalaHarris. Joe, kita telah memiliki hubungan pribadi yang panjang & hangat selama hampir 40 tahun, dan saya mengenal Anda sebagai teman baik Israel. Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda berdua untuk lebih memperkuat aliansi spesial antara AS dan Israel," kata Netanyahu di akun miliknya di Twitter.

"Terima kasih @realDonaldTrump atas persahabatan yang telah Anda tunjukkan pada negara Israel dan saya secara pribadi, untuk mengakui Yerusalem dan Golan, untuk menentang Iran, untuk perjanjian perdamaian bersejarah dan untuk membawa aliansi Amerika-Israel ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," demikian cuit Netanyahu selanjutnya.

Pesan Netanyahu muncul beberapa jam setelah banyak pemimpin dunia dan beberapa menteri Israel memberi selamat kepada Biden, bahkan ketika Trump menolak untuk menyerah dan terus maju dengan gugatan hukum terhadap hasil pemilu.

Hubungan dekat Netanyahu, sang pemimpin sayap kanan,  dengan Trump telah berlangsung setelah mengalami hubungan sengit dengan pendahulu Trump, Barack Obama. Hubungan sengit itu, menurut beberapa kritikus, telah mengasingkan Demokrat dan membahayakan dukungan bipartisan AS untuk Israel.

Perselisihan antara Netanyahu dan pemerintahan baru dapat muncul mengingat Biden berjanji untuk memulihkan keterlibatan AS dalam kesepakatan nuklir Iran dan kemungkinan penentangan dari Gedung Putih terhadap permukiman Israel di tanah yang diduduki, tempat Palestina mencari status kenegaraan.

Setelah sejalan dengan Trump selama empat tahun terakhir, Netanyahu dapat menghadapi kebijakan AS yang bertolak belakang ---meskipun hal itu mungkin tertunda oleh kebutuhan mendatang pemerintahan Biden untuk  terlebih dahulu menangani krisis COVID-19 dan kesengsaraan ekonomi AS.

Sumber: Reuters

Baca juga: Israel, UAE, Bahrain tanda tangani kesepakatan, jalin hubungan formal

Baca juga: Biden merasa terhormat telah terpilih, Trump: "pilpres belum selesai"

Baca juga: Partai Republik butuh 60 juta dolar AS buat danai gugatan pemilu Trump

Aneksasi Israel dan COVID-19 perparah kondisi rakyat Palestina

Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020