Inspirasi di balik koleksi "Yukenwerit Enitaim" Najua-Bellabaric

Inspirasi di balik koleksi

Sejumlah tampilan dari koleksi "Yukenwerit Enitaim by Najua-Bellabaric" untuk gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020. ANTARA/HO.

Jakarta (ANTARA) - Desainer lokal Najua Yanti mengungkapkan inspirasi di balik koleksi "Yukenwerit Enitaim by Najua-Bellabaric" untuk gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020.

Najua, melalui keterangannya pada Minggu, mengatakan bahwa ia mengambil inspirasi dari hal-hal di sekitarnya, dan juga prisma yang mempunyai kemampuan untuk menguraikan cahaya menjadi warna warna spektralnya.

"Insipirasi yang diangkat untuk koleksi ISEF 2020, Najua-Bellabaric menampilkan terjemahan spektrum prisma warna, dalam beberapa disain dress dan outer berpotongan simpel-longgar-nyaman, namun tidak jadi ‘biasa aja’ karena unik," kata Najua.

Baca juga: ISEF 2020 digelar daring, bertema "Sustainable Fashion & Lifestyle"

"Dengan detail print, aplikasi dari bahan kulit sapi (sisa produksi tas), dan aplikasi list corong, sisa potongan bahan produksi (konsep zero waste and sustainability) dengan warna netral seperti hitam, krem, dusty pink dan sedikit olive-lime," imbuhnya.

Nama "Yukenwerit Enitaim" sendiri diambil dari kalimat "You can wear it anytime", yang menurut Najua selaras dengan konsep fesyen berkelanjutan, dan mampu dikenakan di acara apa pun.

"Karena jika ingin mengusung sustainability, sebuah rancangan harus mampu tampil di segala momen, di setiap hari, di semua acara, di gaya atau karakter apapun, di masa pandemi atau tidak pandemi, bisa bertahan di lemari, dam bisa dipakai oleh siapa pun," kata dia.

Najua sendiri memadukan bahan katun, katun scuba dengan sedikit tulle dan sifon pada outer, serta memakai tenun asli dari Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai detail.

Lebih lanjut, Najua berharap koleksinya bisa dipadu-padankan dengan gaya-gaya, aksesori dan model hijab yang bermacam-macam, sehingga cocok untuk digunakan sehari-hari dan di banyak acara.

"Koleksi ini colorful, timeless, dan ringan. Bukan koleksi yang berat sehingga hanya bisa dipakai ke suatu acara saja," kata Najua.

"Sebuah koleksi yang mumpuni dipadu-padan untuk daily wear atau baju sehari-hari, namun jika di padu padan dengan items nya satu sama lain , maka, jadilah ia baju siap dipakai untuk special occasion," pungkasnya.

Baca juga: "Sustainable fashion" yang inklusif hadir di ISEF 2020

Baca juga: Desainer lokal bisa kreasikan wastra jadi fesyen berkelanjutan di ISEF
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020