BPPT komersialkan produk implan tulang traumatik stainless steel

BPPT komersialkan produk implan tulang traumatik stainless steel

Arsip Foto. Pekerja mengerjakan pembuatan prototipe implan tulang berbahan stainless steel di PT Zenith Allmart Precisindo, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. ANTARA/Umarul Faruq

Jakarta (ANTARA) - Pusat Teknologi Material Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan dan mengomersialkan produk implan tulang traumatik stainless steel 316L, yang bisa menjadi salah satu pengganti produk alat kesehatan impor.

Menurut siaran pers BPPT yang diterima di Jakarta, Rabu, produk implan tulang traumatik stainless steel 316L telah digunakan di beberapa rumah sakit dan bisa didapat melalui e-Katalog LKPP.

Sesuai dengan peta jalan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.17 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, pada tahun 2018 implan tulang traumatik dikembangkan dengan menggunakan material titanium.

Bahan titanium ringan, tahan karat, serta punya kekuatan mekanis tinggi dan sifat biokompatibilitas sangat baik untuk material implan tulang.

BPPT mengembangkan teknologi material untuk pembuatan implan tulang traumatik titanium bekerja sama dengan PT Zenith Allmart Precisindo, yang telah mengantongi izin produksi alat kesehatan.

Upaya tersebut mencakup pengembangan teknologi anodizing implan titanium untuk meningkatkan ketahanan korosi dan karakteristik lainnya sesuai standar ASTM F136 serta produksi massal beberapa varian implan traumatik titanium.

Pada akhir 2019, PT Zenith Allmart Precisindo mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan untuk produk implan titanium Zenmed+. 

Sebagai Pusat Unggulan Iptek Teknologi Material Medis, Pusat Teknologi Material BPPT telah ditunjuk oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi Koordinator Program Prioritas Riset Nasional (PRN) Implan Tulang dan PRN Implan Gigi dengan tugas mengoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan riset dan inovasi anggota PRN untuk hilirisasi produk implan.

Selain mengembangkan produk implan tulang traumatik stainless steel 316L dan titanium, PTM BPPT bekerja sama dengan PT Zenith Allmart Precisindo juga sedang mengembangkan implan tulang belakang.

Saat ini, prototipe implan tulang belakang tersebut sudah masuk pada tahapan uji praklinik pada kadaver. Pengujian pada kadaver dilaksanakan bekerja sama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Implan lain yang dikembangkan adalah implan total hip replacement (THR), yang kebutuhannya meningkat seiring dengan peningkatan umur harapan hidup warga Indonesia. Beberapa komponen implan THR sedang dalam proses pengujian dinamis.

Baca juga:
BPPT terus gaungkan transformasi teknologi dan digital
Perangkat tes cepat BPPT sudah diproduksi 100 ribu unit
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020