Kemarin, MUI tuding Presiden Prancis hingga vaksin COVID-19

Kemarin, MUI tuding Presiden Prancis hingga vaksin COVID-19

Ilustrasi - Botol botol dosis vaksin virus corona baru atau COVID-19 di laboratorium. ANTARA/Shutterstock/pri.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita Senin (26/10) kemarin yang menarik untuk disimak, mulai dari MUI tuding MUI tuding Presiden Prancis suburkan Islamophobia hingga Presiden Jokowi minta segera selesaikan timeline pelaksanaan vaksinasi.

Berikut berita-berita tersebut :

1. MUI tuding Presiden Prancis suburkan Islamophobia

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Muhyiddin Junaidi menuding Presiden Prancis Emmanuel Macron menyuburkan Islamophobia karena secara tidak langsung mendukung penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW melalui karikatur.

"MUI menilai bahwa Macron secara tak langsung telah mendukung gerakan Islamphobia," kata Muhyiddin kepada wartawan di Jakarta, Senin.

2. BPOM hati-hati berikan izin penggunaan vaksin COVID-19

Direktur Registrasi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Rizka Andalucia mengatakan bahwa BPOM berpedoman pada prinsip kehati-hatian dalam mengeluarkan izin terkait peredaran dan penggunaan vaksin COVID-19, termasuk dalam memberikan otorisasi penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA).

"Terhadap produk yang telah mendapatkan EUA, BPOM berkesinambungan melakukan pengawasan," kata Rizka dalam keterangan pers yang disampaikan kepada wartawan pada Senin.

3. Presiden: Segera selesaikan timeline pelaksanaan vaksinasi

Presiden RI Joko Widodo meminta jajarannya segera menyelesaikan timeline pelaksanaan vaksinasi dengan memerhatikan sejumlah hal pendukung.

Hal itu disampaikan Presiden dalam pengantarnya pada Rapat Terbatas Rencana Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

4. Presiden: Vaksin COVID-19 harus lewati uji klinis yang benar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharap vaksin COVID-19 yang akan disuntikkan ke masyarakat harus melalui uji klinis yang benar sehingga dapat dipastikan keamanan dan efektivitasnya.

Presiden, dalam rapat terbatas Rencana Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin mengatakan pemerintah tidak ingin ada sedikitpun masalah yang berdampak pada masyarakat penerima vaksin.

5.Pasien sembuh COVID-19 Senin bertambah 3.908 jadi 317.672 orang

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan hingga 26 Oktober 2020, pasien sembuh dari penyakit COVID-19 tercatat bertambah 3.908 orang, menjadi total 317.672 orang.

Berdasarkan data yang dihimpun sampai dengan Senin pukul 12.00 WIB, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 tercatat juga bertambah hingga 3.222 menjadi total 392.934 kasus. Sedangkan, korban meninggal tercatat bertambah 112 orang menjadi total 13.411 orang.
Pewarta : Indriani
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020