Sekda Bogor dorong masyarakat tingkatkan produktivitas saat pandemi

Sekda Bogor dorong masyarakat tingkatkan produktivitas saat pandemi

Sentul, Bogor - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Pemkab Bogor)

Sentul, Bogor (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin mendorong masyarakat agar meningkatkan produktivitas di masa pandemi virus corona jenis baru atau7 COVID-19.

"Kondisi pandemi COVID-19 tidak menyurutkan semangat Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus membangun," ujarnya usai memimpin rapat terkait isu strategis peningkatan produktivitas tahun 2020 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Burhan mengatakan, salah satu dukungan Pemkab Bogor untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, yaitu memberikan bantuan sosial senilai Rp28 miliar untuk permodalan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan para korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Berbagai program tersebut merupakan upaya menjaga dan meningkatkan produktivitas serta daya saing daerah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, pandemi COVID-19 telah melumpuhkan banyak sektor kehidupan di masyarakat. Ia mencatat, produktivitas dari semua sektor menurun drastis dan angka pengangguran meningkat. Secara makro ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) melambat 10,54 persen.

Di samping itu, ia menyebutkan bahwa persentase penduduk miskin akhir Tahun 2020 diperkirakan meningkat 2,48 persen dan tingkat pengangguran terbuka di akhir Tahun 2020 diprediksi meningkat sekitar 3,77 persen.

"Hal ini tentunya menjadi tantangan yang cukup berat di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Bogor meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat," kata Burhan.

Ia mengatakan, kondisi pandemi tidak menyurutkan semangat Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus membangun, seperti halnya keberhasilan Pemkab Bogor dalam mengentaskan 40 desa tertinggal selama dua tahun terakhir. Dari total 44 desa tertinggal di Tahun 2018, kini tinggal tersisa empat desa bekategori tertinggal.

"Di sisi kelembagaan, sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mencanangkan budaya kerja gercep (gerak cepat)," tuturnya.
Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020