Demonstran yang diamankan di Surabaya semua negatif COVID-19

Demonstran yang diamankan di Surabaya semua negatif COVID-19

Demonstran yang tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibus Law (GETOL) membentangkan poster saat berunjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/10/2020). Para demonstran yang terdiri atas pekerja dan mahasiswa menentang pengesahan Undang-undang Cipta Kerja yang mereka nilai merugikan rakyat. (ANTARA FOTO/MOCH ASIM)

Surabaya (ANTARA) - Pemeriksaan untuk mendeteksi penularan virus corona telah dilakukan pada para demonstran yang diamankan dalam aksi untuk menentang Undang-Undang Cipta Kerja di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/10), dan hasilnya menunjukkan semuanya negatif COVID-19.

"Mereka didata serta dilakukan tes usap dan hasilnya semua negatif COVID-19. Setelah kami data, mereka dipulangkan," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Surabaya, Rabu.

"Kemarin data awal 169 orang, kemudian bertambah 13 orang," katanya mengenai jumlah demonstran yang diamankan polisi.

Mantan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat itu mengatakan bahwa polisi sempat memeriksa satu orang demonstran yang kedapatan botol pecah berbau minyak tanah yang dibungkus dengan plastik.

"Setelah dilakukan pendataan, mereka dipulangkan," katanya.

Unjuk rasa di Surabaya pada Selasa (20/10) dimulai pukul 16.00 WIB. Dalam aksi itu, para demonstran menyampaikan aspirasi dengan mengusung poster dan berorasi dan membubarkan diri dengan tertib pada pukul 18.00 WIB.

Truno mengatakan bahwa polisi mengamankan pengunjuk rasa guna mencegah kemungkinan terjadi aksi susulan berujung kericuhan sebagaimana yang terjadi dalam demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi pada 8 Oktober 2020.

Baca juga:
Polisi tangkap 169 orang saat demo tolak UU Cipta Kerja di Surabaya
Surabaya benahi fasilitas publik yang rusak usai demonstrasi

Pewarta : Fiqih Arfani, Willy Irawan
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020