Pemerintah jadikan migas bukan barang mewah bagi masyarakat pedalaman

Pemerintah jadikan migas bukan barang mewah bagi masyarakat pedalaman

Ilustrasi: Petugas melakukan pengisian perdana BBM ke dalam tangki kendaraan roda dua di SPBU Kompak, Sukajadi, Lalan, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Jumat (7/9). PT Pertamina (persero) bersama BPH Migas meresmikan program BBM satu harga melalui pengoperasian SPBU yang berada wilayah 3T (Terpencil, Tertinggal, Terluar) di Kecamatan Lalan, Muba. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww/18.)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menjadikan minyak dan gas bumi (Migas) bukan lagi barang yang mewah, namun merupakan keadilan akses bagi masyarakat, terutama yang berada di pedalaman dan terisolir.

“Mimpi besar keadilan pada akses energi bagi rakyat diwujudkan dengan menjadikan migas bukan barang mewah bagi masyarakat pedalaman dan terisolir. Juga masyarakat berpendapat rendah mendapat akses sama,” seperti dikutip dari Buku Laporan Tahunan 2020, Peringatan Setahun Jokowi-Ma'ruf: Bangkit Untuk Indonesia Maju, di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Empat capaian terbesar sektor energi era Jokowi

Sejak mendapat tugas dari pemerintah untuk membangun lembaga distribusi di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil), periode 2017 – September 2020, Pertamina telah berhasil menuntaskan pembangunan BBM Satu Harga di 172 titik. Lokasinya tersebar di seluruh wilayah terluar Indonesia mulai dari Pulau Maluku- Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera hingga Pulau Jawa.

Pada tahun 2020 Pertamina telah menuntaskan pembangunan BBM Satu Harga di 12 titik dari target 83 titik pada akhir tahun 2020. Ke-12 titik tersebut tersebar di Sulawesi Tengah (2 titik), Kalimantan Barat (1 titik), Maluku & Maluku Utara (2 titik), Kalimantan Selatan (2 titik), Sumatera Utara (1 titik), NTB (1 titik) dan Papua (3 titik). Saat ini 56 titik sedang dalam tahap pembangunan dan sisanya proses perijinan.

Baca juga: Satu harga dalam harapan penyangrai kopi

Pada tahun ini sebanyak 8 lembaga penyalur telah beroperasi yang tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Papua. Sedangkan 61 titik dalam proses pembangunan dan sisanya dalam proses perijinan.

Untuk program terbaru yang ada di Nias, Kuota BBM tersebut disalurkan oleh Pertamina melalui 15 lembaga penyalur yang berada di pulau Nias, enam di antaranya merupakan SPBU Kompak. Sebanyak dua SPBU Kompak berada di Nias Selatan, satu SPBU Kompak di Nias Barat, sedangkan tiga SPBU Kompak lainnya di Kabupaten Nias.

BBM satu harga ke tujuh di Bumi Tano Niha tersebut, memiliki kapasitas tanki hingga 32 KL untuk premium dan solar.

Baca juga: Harga minyak belum stabil, Pertamina jaga produksi hulu migas

 

 

Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020