Pemprov Jatim gelar rakor wujudkan pilkada sesuai protokol kesehatan

Pemprov Jatim gelar rakor wujudkan pilkada sesuai protokol kesehatan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di sela memimpin Rakor Keamanan dan Ketertiban Pilkada serentak 2020 di Surabaya, Senin (19/10/2020). (ANTARA/Biro Humas Pemprov Jatim/FA)

Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Forkopimda setempat menggelar rapat koordinasi untuk mewujudkan Pilkada serentak 2020 yang aman, tertib, dan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Ini bentuk sinergi agar pilkada serentak di Jatim berlangsung sesuai harapan,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di sela rakor di Surabaya, Senin.

Rakor ketertiban dan keamanan di wilayah Provinsi Jawa Timur tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Pimpinan DPRD Jatim, Kapolda Jatim, Kasdam V/Brawijaya, Ketua KPU Jatim beserta Ketua KPU kabupaten/Kota, Danrem, Kapolres, Kajari hingga kepala daerah se-Jatim.

Baca juga: Pemprov Jatim tegaskan pilkada serentak utamakan protokol kesehatan

Menurut Khofifah, ada beberapa hal penting yang perlu diwaspadai mengingat pelaksanaan pilkada serentak ini masih dalam situasi pandemi COVID-19.

“Mulai dari penerapan protokol kesehatan selama proses pilkada, meningkatkan angka partisipasi pemilih, hingga mengantisipasi berbagai kerawanan yang timbul serta menjaga protokol kesehatan di setiap tahapan,” katanya.

Khofifah mengatakan, untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19 maka harus dipastikan menjaga protokol kesehatan saat tahap kampanye sampai pemungutan suara, penghitungan suara, hingga proses diumumkan perolehan suara dan pengumuman pemenang.

Selain itu, kata dia, memastikan bahwa para petugas pemilu mulai dari Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) hingga petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam kondisi sehat dan terbebas dari COVID-19.

Baca juga: Pemprov Jatim konsisten lakukan tes hentikan penularan COVID-19

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu meminta agar bupati/wali kota melakukan koordinasi teknis pelaksanaan tes cepat atau tes usap bagi para petugas.

“Hal ini terkait dengan kebutuhan tenaga kesehatan serta jangka waktu hasil pelaksanaan tes tersebut tidak kedaluwarsa atau masa berlaku masih ada saat pilkada,” tuturnya.

Ia juga berharap dilakukan pemetaan kepada seluruh aparatur yang terlibat dalam proses pemungutan suara ini agar rakyat, ekonomi sehat dan pilkada berlangsung secara sehat.

“Bupati/wali kota bisa bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyebarluaskan informasi serta terus menyosialisasikan pilkada ini. Salah satunya dengan media massa baik cetak maupun elektronik,” kata Khofifah.

Baca juga: Pemprov Jatim minta kepala daerah waspadai klaster penyebaran COVID-19

Di Jatim, sebanyak 19 kabupaten/kota akan menggelar Pilkada Serentak 2020 yakni Kota Surabaya, Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Kediri, Gresik, Jember, Lamongan, Malang, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, dan Tuban.
Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020