Sudah tujuh hari, SAR hentikan pencarian nelayan hilang Perairan Siau

Sudah tujuh hari,  SAR hentikan pencarian nelayan hilang Perairan Siau

Tim SAR gabungan, Rabu (7/10/2020) melakukan pencarian seorang nelayan yang hilang saat memancing di Perairan Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. (FOTO ANTARA/HO-Humas Basarnas Manado)

Manado (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado menyatakan bahwa tim SAR menghentikan pencarian seorang warga yang hilang saat memancing ikan di Perairan Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara karena operasi pencarian sudah berlangsung selama tujuh hari.

"Hari Rabu (7/10) pencarian terhadap korban Philip Wawompansing (56) ditutup karena operasi pencarian sudah berjalan selama tujuh hari," kata Humas Kantor Basarnas Manado Veri Aryanto ketika dihubungi di Manado, Kamis.

Ia menambahkan meski sudah dihentikan, namun karena korban belum ditemukan maka  selanjutnya dilakukan pemantauan.

"Jika dalam pemantauan itu ada tanda-tanda korban diketahui maka pencarian akan dibuka kembali," katanya.

Pada Kamis (1/10) Basarnas Manado menerima laporan nelayan Philip Wowompansing hilang saat memancing di laut.

Dengan laporan itu, Kepala Basarnas Manado Suhri Sinaga telah memerintahkan Pos SAR Tahuna untuk merespons kejadian itu agar ditindaklanjuti dengan cepat.

Koordinator Pos Tahuna Steven langsung mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan dan menuju lokasi.

Saat tiba di lokasi kejadian, tim langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk membuka akses dan mencari informasi lokasi korban terakhir dilihat, ciri-ciri korban, dan perahu yang digunakan korban.

Pencarian terhadap korban dilakukan tim SAR gabungan antara lain melibatkan Pos SAR Tahuna, Polres Sitaro, Pos AL Siau, Koramil Siau, BPBD Sitaro, Satpol PP Sitaro serta masyarakat.

Baca juga: Petani getah damar hilang di hutan Bolaang Mongondow ditemukan tim SAR

Baca juga: Basarnas evakuasi dua pendaki Gunung Klabat

Baca juga: Basarnas Manado temukan KM Inka Mina
Pewarta : Jorie MR Darondo
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020