PM Kamboja: Imbas COVID, tak ada kenaikan gaji PNS, militer dan polisi

PM Kamboja: Imbas COVID, tak ada kenaikan gaji PNS, militer dan polisi

Dokumentasi - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengikuti pertemuan ASEAN Leaders Gathering yang diikuti para kepala negara/pemerintahan negara-negara ASEAN, sekjen ASEAN, direktur pelaksana IMF, presiden Grup Bank Dunia, sekjen PBB di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal/wsj/aa.

Phnom Penh (ANTARA) - Perdana Menteri Kamboja Samdech Techo Hun Sen pada Rabu mengumumkan bahwa tahun depan tidak ada kenaikan gaji bagi PNS, anggota militer dan polisi sebagai imbas pandemi COVID-19.

"Lantaran kondisi ekonomi yang tak menentu, maka tidak akan ada kenaikan gaji bagi PNS dan pasukan bersenjata," demikian perdana menteri saat meresmikan taman hiburan di Provinsi Kandal.

Namun mereka masih akan menerima tunjangan Tahun Baru Khmer dan Festival Pchum Ben, atau Hari Leluhur, lanjutnya.

Hun Sen menuturkan akibat pandemi COVID-19 ekonomi kerajaan tahun ini diprediksikan anjlok 1,9 sebelum mengalami pemulihan  menjadi 3,5 persen tahun depan berkat pemulihan bertahap ekonomi global dan permintaan eksternal.

Negara Asia Tenggara tersebut hingga kini mencatat total 280 kasus terkonfirmasi COVID-19, 276 pasien sembuh dengan nihil korban meninggal, menurut Kementerian Kesehatan.

Sumber: Xinhua

Baca juga: Kamboja konfirmasi 15 kasus baru COVID-19 impor
Baca juga: PM Hun Sen: Partai penguasa akan mendominasi politik hingga 100 tahun

 

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020