Pemerintah siap luncurkan program padat karya restorasi terumbu karang

Pemerintah siap luncurkan program padat karya restorasi terumbu karang

Dua penyelam mengangkat reefblock untuk merestorasi terumbu karang sebagai bentuk kepedulian bawah laut dan dapat dijadikan sebagai spot penyelaman. FOTO ANTARA/Basrul Haq/nz/09. (ANTARA/BASRUL HAQ)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Pemerintah Provinsi Bali akan meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya melalui program restorasi terumbu karang atau Taman Terumbu Karang Indonesia (ICRG), Rabu (7/10) mendatang.

Program PEN Padat Karya restorasi terumbu karang itu akan dilaksanakan di lima daerah di Provinsi Bali, antara lain Pantai Sanur, Pantai Nusa Dua, Pantai Pandawa, Pantai Serangan, dan Buleleng.

"Dengan mengembangkan sektor kelautan dana stimulus dari pemerintah akan membantu masyarakat memiliki alternatif mata pencaharian dan tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata saja," kata Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memimpin rapat koordinasi PEN Restorasi Terumbu Karang ICRG, Senin.

Dalam keterangan di Jakarta, Senin, Luhut menjelaskan Bali perlu mengembangkan sektor kelautan agar perekonomian masih bisa berjalan di tengah kondisi pandemi.

"Gubernur (Wayan Koster) ngomong sama Udayana, (Universitas Udayana) untuk bikin studinya. Program apa saja yang bisa segera dibuat dan dikerjakan tahun ini biar dapat dimasukkan ke anggaran tahun depan," pinta Luhut kepada Gubernur Bali yang hadir dalam rakor virtual tersebut.

Pelaksanaan program PEN Restorasi Terumbu Karang ini dikoordinasikan Kemenko Maritim dan Investasi di mana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) khususnya Dirjen Pengelolaan Ruang Laut menjadi penyelenggara kegiatan. Dalam pelaksanaan di lapangan, KKP akan dibantu oleh Pemda Bali, LIPI, BKSDA Bali, perguruan Tlyinggi, serta Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan saat ini lahan yang disediakan untuk program tersebut meliputi 50 hektare lahan.

"Saat ini lahan yang disediakan masih meliputi 50 hektare tetapi kita sudah menjalankan tepat waktu," kata Edhy.

Edhy pun meminta Gubernur Bali segera menentukan lokasi agar pelaksanaan program dapat segera dijalankan .

Menjawab permintaan kedua menteri tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster mengaku setuju untuk mengembangkan sektor perikanan dan kelautan di wilayahnya.

Menurut dia, dampak pandemi Covid-19 ini membuat pihaknya perlu mulai memenggeser perekonomian dari darat ke laut.

"Selama ini masyarakat tergantung di pariwisata sehingga pemasukan dari sektor lain sangat timpang padahal ada potensi yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sendiri seperti periIkanan tangkap dan budidaya ikan hias," ungkapnya.

Oleh karena itu, Koster meminta dukungan dari pemerintah pusat agar sektor perikanan dan kelautan dapat dikembangkan, terutama untuk ekspor.

Tujuan program PEN Restorasi Terumbu Karang ini yaknu memulai kembali wisata bahari dan pemulihan ekosistem laut di Provinsi Bali.

Program itu menyasar penyelam, seniman patung atau relief, katering atau penjual makanan, selain karyawan atau pegawai hotel dan nelayan yang berdampak. Terdapat pula pekerja bengkel, penyedia transportasi, masyarakat setempat, serta pemangku adat yang akan terlibat dalam program PEN Restorasi Terumbu Karang ini.

 
Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020