Kemenperin sebut standar HPTL untuk tingkatkan daya saing

Kemenperin sebut standar HPTL untuk tingkatkan daya saing

Ilustrasi - (Antaranews Bali/IST/2019)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjelaskan uji standar produk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) untuk mendorong daya saing produk tersebut.

“Kami sedang menyiapkan SNI (Standar Nasional Indonesia), yang sedang dibahas,” kata Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin Edy Sutopo dalam informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Edy mengungkapkan uji standar produk tersebut merujuk pada standar beberapa negara yang sudah lebih dulu melakukannya. “Kalau merujuk beberapa negara adalah terkait kadar CO (karbon monoksida) dan NO (nitrogen monoksida),” katanya.

Baca juga: Pekerja IHT khawatir kenaikan cukai picu efisiensi tenaga kerja

Dengan adanya standardisasi produk, Kemenperin mendorong industri HPTL dapat berdaya saing. Jika tidak didukung dengan standar, lanjut dia, kualitas produk dari industri HPTL akan kalah bersaing.

“Jadi ini bagaimana instrumen kebijakan agar industri HPTL mampu bersaing dengan produk impor. Lebih bagus lagi kalau kita bisa masuk pasar ekspor,” ujarnya.

Sementara itu menurut Data Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) pengguna tembakau alternatif diprediksi naik hingga 2,2 juta konsumen tahun ini.

Baca juga: Pakar: Industri tembakau alternatif butuh riset

Industri tembakau alternatif ini melibatkan 5.000 pengecer, 150 distributor atau importir, 300 produsen liquid, 100 produsen alat dan aksesoris lainnya, serta pengusaha seperti event organizer, media, perlengkapan sebanyak 50 orang. Jumlah tenaga kerja yang terserap sekitar 50 ribu orang.

Sebelumnya, Ketua APVI Aryo Andrianto,mengatakan pihaknya terlibat aktif dan sepenuhnya mendukung pembahasan standardisasi produk-produk HPTL.

Sebagai perwakilan pelaku industri, APVI siap mengawal proses penyusunan standar yang sedang berjalan yaitu produk tembakau yang dipanaskan. "Dengan harapan dapat mempermudah untuk menyusun standardisasi bagi produk HPTL lainnya seperti vape,” katanya.

Baca juga: Kampanye larangan produksi tembakau bagi anak diserukan asosiasi
 
Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020