KKP: Pengusaha perikanan perlu ubah paradigma hadapi era disruptif

KKP: Pengusaha perikanan perlu ubah paradigma hadapi era disruptif

Ilustrasi: Nelayan bertransaksi dengan pedagang di TPI Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat, Selasa (15/9/2020). . ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan pengusaha di sektor kelautan dan perikanan harus dapat mengubah paradigma mereka dalam rangka menghadapi tantangan serta peluang pada era disruptif sekarang ini.

"Paradigma baru harus terus kita bangun dalam rangka menghadapi transformasi akuakultur di era disruptif ini, era di mana perubahan fundamental yang sangat cepat dalam merubah pola tatanan lama, melalui industrialisasi perikanan budi daya yang efisien, bermutu dan berkelanjutan," kata Direktur Jenderal Perikanan Budi daya KKP Slamet Soebjakto, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, sejumlah strategi yang telah dilakukan KKP yang selaras dengan perubahan paradigma baru itu antara lain inovasi teknologi produksi untuk mendorong peningkatan produksi seperti revitalisasi tambak udang/bandeng dan model kluster sentra usaha.

Baca juga: Menperin sebut potensi industri kelautan masih perlu digenjot

Kemudian, lanjutnya, modernisasi dan digitalisasi dalam sistem produksi dan mendorong rantai pasok industri perikanan budi daya, pengembangan komoditas unggulan bernilai ekonomis tinggi yang berorientasi pemenuhan kebutuhan pasar domestik dan ekspor dengan penerapan sistem jaminan mutu produk melalui sertifikasi, standardisasi dan telusuran serta mendorong keberlanjutan ekonomi, sosial dan lingkungan dan juga integrasi hulu dan hilir.

"Perikanan budi daya memanfaatkan teknologi 4.0 melalui otomatisasi sistem produksi dan inovasi digitalisasi dalam bisnis perikanan sehingga rantai pasok semakin efisien dan keuntungan pembudidaya meningkat," ucapnya.

Ia menyatakan apresiasi terhadap start up atau perusahaan rintisan sektor perikanan yang telah menerapkan inovasi digital, dan diharapkan hal tersebut meningkat terutama pada masa pandemi ini.

Baca juga: Menteri Edhy ungkap potensi kelautan lebih dari 1,3 triliun dolar AS

Baca juga: Menteri Kelautan Perikanan optimalisasi potensi kelautan


 
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020