Jamkrindo catat realisasi penjaminan program PEN capai Rp2,95 triliun

Jamkrindo catat realisasi penjaminan program PEN capai Rp2,95 triliun

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto pada konferensi pers Pemaparan Laporan Keuangan 2019 di Kantor Pusat Jamkrindo Jakarta, Kamis. (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Jakarta (ANTARA) - PT Jamkrindo merealisasikan penjaminan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp2,95 triliun kepada 6.568 debitur hingga 28 September 2020.

Direktur Utama Jamkrindo Randi Anto pada paparannya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu, menjelaskan realisasi itu mencapai 27 persen dari total pagu penyaluran pinjaman program PEN mencapai Rp23,2 triliun.

Adapun pagu total penyaluran pinjaman program PEN berdasarkan bank adalah paling besar dari bank BUMN mencapai Rp10,95 triliun, kemudian bank pembangunan daerah (BPD) Rp7,75 triliun dan bank umum swasta nasional Rp4,58 triliun.

Apabila dirinci, realisasi penjaminan program PEN paling besar dari penyaluran pinjaman bank BUMN dengan total penjaminan mencapai Rp2,8 triliun atau 26 persen kepada 6.119 debitur.

Kemudian dari BPD baru mencapai satu persen kepada 449 debitur dengan total Rp69 miliar dan dari bank umum swasta nasional masih kosong alias belum ada realisasi dari pagu Rp4,58 triliun itu.

Ia menuturkan rendahnya partisipasi dari bank swasta itu karena mereka masih dalam proses persiapan internal baik kebijakan, sistem (IT), SDM dan sosialisasi.

“Selama ini bank swasta belum pernah menikmati atau berhubungan dengan pinjaman yang dilakukan subsidi maupun penjaminan oleh pemerintah di mana di situ juga harus diatur mengenai prosedur dan tata cara komunikasi via IT sehingga data penjaminan dilakukan tidak dengan hard copy,” katanya.

Kondisi itu menjadi salah satu kendala dalam penjaminan pinjaman program PEN, selain kendala lain yakni pemilihan dan penetapan bank pelaksana diserahkan kepada penjamin.

Penjamin, kata dia, tidak bisa memaksa bank yang memenuhi syarat untuk ikut program penjaminan karena di satu sisi perusahaan penjaminan yang akan menanggung risiko.

Kendala lainnya, lanjut dia, penyaluran program PEN hanya boleh diberikan kepada satu debitur oleh satu penerima jaminan (bank) saja.

“Namun bank tidak dapat melihat apakah bank lain sudah menyalurkan program PEN tersebut kepada debitur yang sama,” ujarnya.

Jamkrindo bekerja sama dengan 14 bank terdiri dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BPD Jateng, BPD Bali, BPD Jatim, Bank BJB, BRI Agro, Bank Permata, Bank Nobu, Maybank, BCA, dan CIMB Niaga.

Baca juga: Presiden harapkan realisasi anggaran PEN picu produktivitas masyarakat

Baca juga: Rakorpim Komite PEN, Mentan kejar produksi lahan 7,5 juta hektare

Baca juga: Mensos berharap realokasi anggaran program PEN lebih fleksibel


 

Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020