Kisah mantan pembalap tempuh 1.100 km finis di Jakarta Veledrome

Kisah mantan pembalap tempuh 1.100 km finis di Jakarta Veledrome

Mantan atlet sepeda balap nasional Tarwi menjajal trek Kayu Siberia di Jakarta Veledrome International, Rawamangun, Jakarta Timur, usai melakukan "Tour De Java" rute Surabaya-Jakarta sepanjang 1.100 Kilometer, Sabtu (26/9/2020). (ANTARA/HO/PT Jakpro)

Jakarta (ANTARA) - Mantan pesepeda nasional Tarwi (79) mampu "menggenjot" sepeda dari Surabaya hingga finis di Jakarta International Veledrome pada Sabtu, dengan menempuh jarak 1.100 kilometer.

Abah Tarwi biasa pria itu disapa, menggowes sepeda bersama 15 orang rombongan dengan bertolak dari Surabaya pada Kamis (17/9) menuju Jakarta dengan bertemakan "Tour De Java".

Mantan atlet era 60-an itu membuktikan semangat tinggi dan memotivasi para atlet muda untuk berjuang menggapai prestasi terbaik melalui upaya yang keras.

Sebelum bertolak melakukan Tour De Java yang terbagi delapan etape itu, Tarwi mempersiapkan diri tes fisik di Achilles Sports Science and Fitness Center pada salah satu universitas di Surabaya.

Tarwi juga didampingi mantan atlet balap sepeda sekaligus muridnya selaku National and Profesional Coach, Puspita Mustika Adya saat bersepeda jarak jauh itu.

Baca juga: Gowes Jakarta-Papua jadi ajang rekrutmen talenta daerah

Diketahui, Tarwi merupakan atlet balap sepeda nomor spesialis Tim Time Trial (TTT) dengan capaian menjadi juara Individual Road Race 17 KM di Velodrome pada 1971, Games of New Emerging Forces (Ganefo) pada 1966 di Phnom Penh, Kontingen Asian Games XII di Singapura dan langganan meraih medali di kejuaraan Nasional dan Pekan Olahraga Nasional (PON).

Selain itu, Tarwi juga sempat melatih Timnas Balap Sepeda SEA Games pada 1997, tim balap sepeda yang dipimpinnya berhasil menyumbang dua emas.

Baca juga: Kadishub sebut telah koordinasi dengan pengelola tol soal jalur sepeda

Selanjutnya, saat di Custom Cycling Club Jakarta yang bertanding di Tour De Indonesia pada 2005 dan Tour De Brunei sukses membawa tim besutannya menjadi juara umum pada tahun yang sama.

Sementara itu, Corporate Communications Manager Melisa Sjach Jakarta Propertindo (Jakpro) yang merupakan pengelola Jakarta International Veledrom, menyatakan bangga atas kehadiran mantan raja balap sepeda Indonesia itu.

Sesampainya di Jakarta menurut Melissa, Tarwi mencoba trek Jakarta International Veledrom sepanjang 200 meter yang tentu berbeda saat ia berlatih dan bertanding yang dulu dilakukan masih bernama Veledrom Rawamangun, Jakarta Timur.

Baca juga: Pemkot Jaksel resmikan Rumah Sepeda Indonesia di Kelurahan Bintaro

Melissa mengungkapkan Velodrome memiliki banyak kenangan dan nilai sejarah yang tinggi bagi Tarwi, sehingga mantan atlet sepeda itu berkeinginan untuk finis dan menjajal trek baru di Jakarta International Velodrome.

Pada 2018, Veledrom itu dirombak total oleh salah satu badan usaha daerah milik DKI Jakarta, PT Jakpro, kemudian menjadi venue Asian Games Jakarta 2018 dan berubah nama dari Veledrom Rawamangun menjadi Jakarta International Velodrome dengan konsep arena "indoor" berstandar Union Cycliste Internationale (UCI).

"Tentunya ini sebuah kebanggaan bagi kami, bisa menjadi bagian dari sejarah yang diciptakan salah satu mantan atlet sepeda nasional kita. Kami dukung sepenuhnya dan kami bukakan pintu kami selebar-lebarnya untuk Tarwi," ungkap Melissa.

Melissa menegaskan kegiatan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan memeriksa suhu tubuh dan menyediakan tempat cuci tangan di Pintu Utama Veledrom, Jalan Pemuda, Jakarta Timur.

Panitia juga membatasi jumlah pengunjung yang mau melihat aksi Tarwi saat menjajal trek kayu Siberia Veledrome sepanjang 200 meter itu.

Pewarta : Taufik Ridwan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020