KLHK: Sinergi dengan pemuda penting untuk atasi perubahan iklim

KLHK: Sinergi dengan pemuda penting untuk atasi perubahan iklim

Tangkapan layar - Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Novia Widyaningtyas dalam acara virtual Indonesia Youth Climate Summit 20202 dipantau dari Jakarta pada Selasa (22/9/2020). (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Sinergi antara pemuda dengan berbagai pihak termasuk pemerintah untuk memperkuat usaha mengatasi perubahan iklim sangat diperlukan, kata Sekretaris Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novia Widyaningtyas.

"Saya atas nama Ditjen PPI KLHK ingin mengajak teman-teman semua untuk meningkatkan sinergi untuk selalu mengasah, belajar, mendengar dan melihat supaya nanti bisa bersama-sama memperkuat jejaring kerja di antara kita," kata Novia dalam acara virtual Indonesia Youth Climate Summit 2020 yang dipantau dari Jakarta pada Selasa.

Dalam diskusi perubahan iklim, ujar Novia, pemuda dapat masuk dalam non-party stakeholder atau pemangku kepentingan non-partisan yang bisa membantu mendorong pencapaian target-target iklim yang sudah disepakati termasuk dalam Perjanjian Paris (Paris Agreement).

Peran pemuda sangat dibutuhkan agar Indonesia dapat mencapai target memenuhi Nationally Determined Contribution (NDC) yaitu target penurunan emisi hingga 2030 sebesar 29 persen dari bussiness as usual (BAU) dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional.

Baca juga: Nadine Chandrawinata bagi cara sederhana bantu atasi perubahan iklim

Baca juga: KLHK: Pemuda berperan penting dalam upaya pengendalian perubahan iklim


Pemuda juga penting karena Indonesia akan memasuki masa bonus demografi di mana usia produktif jumlahnya akan lebih banyak dibandingkan kategori usia lain. Modal tersebut harus dikelola sebaik-sebaiknya, termasuk dalam usaha mengatasi perubahan iklim.

Menurut Novia, pemuda bisa mendorong diri sendiri dan berinovasi untuk membantu pencapaian target-target iklim Indonesia termasuk dalam diskusi di kancah internasional.

"Kalianlah nanti yang menguasai panggung perundingan negosiasi perubahan iklim di dunia internasional dan kalianlah yang akan di sana untuk membawa bendera kita tetap berkibar," ujarnya.*

Baca juga: Uni Eropa bantu Indonesia 200 juta euro untuk tangani pandemi

Baca juga: Dana GCF, pengendali iklim dan pengakuan masyarakat adat
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020