Ranjang pasien COVID-19 di Surabaya banyak yang kosong

Ranjang pasien COVID-19 di Surabaya banyak yang kosong

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita (ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya (ANTARA) - Tempat tidur yang sedianya digunakan untuk pasien COVID-19 di sejumlah rumah sakit dan Asrama Haji di Kota Surabaya, Jawa Timur, banyak yang kosong.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita di Surabaya, Jumat, mengatakan berdasarkan data terbaru, jumlah ranjang yang kosong mencapai 1.101.

"Artinya, banyak warga yang sudah sembuh dan tidak tertular virus global ini. Meskipun masih tersedia banyak, tapi kami berharap ini tidak terisi lagi dan itu artinya sudah banyak yang sembuh," ujarnya.

Sementara itu, untuk ketersediaan tempat tidur di ruang ICU dengan ventilator berjumlah 50 tempat tidur. Biasanya pasien-pasien yang menempati ruang ICU dengan ventilator itu adalah mereka yang memiliki komorbid (penyakit penyerta).

Baca juga: Razia protokol kesehatan di Surabaya dilakukan siang dan malam

Baca juga: APBD Surabaya 2020 turun Rp1,4 triliun dampak pandemi COVID-19


Begitu juga ketersediaan tempat tidur di ruang tekanan negatif dengan ventilator yang masih kosong berjumlah 22 ruangan. Menurutnya, ketersediaan ranjang yang banyak itu membuktikan bahwa tingkat kesembuhan di Kota Surabaya sangat tinggi.

"Setiap hari terus kami pantau perkembangannya. Alhamdulillah banyak pasien yang pulang dari rumah sakit, sehingga banyak ranjang yang kosong," ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengajak kepada warga Kota Surabaya untuk selalu menjaga protokol kesehatan, supaya virus ini cepat hilang dari Kota Pahlawan.

"Tentunya, semua pihak berharap virus ini bisa cepat hilang dari Surabaya, sehingga, ayo, kita bersama-sama tetap menjaga protokol kesehatan yang telah ditetapkan, dengan disiplin menjaga protokol kesehatan. Yakinlah, ini semua akan segera pulih," katanya.*

Baca juga: Dinkes Surabaya jelaskan aturan tes usap gratis di Labkesda

Baca juga: Machfud-Mujiaman jalani swab test kedua
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020