Wako Pontianak: Penambahan kasus COVID-19 dari berbagai kluster

Wako Pontianak: Penambahan kasus COVID-19 dari berbagai kluster

Wali Kota Pontianak, Provinsi Kalbar Edi Rusdi Kamtono menyatakan penambahan kasus COVID-19 di wilayah Pontianak dari berbagai kluster. (Istimewa)

Pontianak (ANTARA) - Wali Kota Pontianak, Provinsi Kalbar, Edi Rusdi Kamtono menyatakan adanya penambahan kasus COVID-19 di wilayah Pontianak dari berbagai kluster.

"Berdasarkan informasi terbaru adanya pertambahan kasus di Kota Pontianak, dari berbagai kluster, dan beberapa kluster tersebut sebenarnya sudah di prediksikan sebelumnya," kata Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Jumat.

Beberapa kluster tersebut, misalnya kluster keluarga dalam acara pernikahan, acara ulang tahun yang berdasarkan tracing yang dilakukan oleh Dinkes Kota Pontianak ada yang positif COVID-19.

"Kemudian ada kluster perkantoran, sehingga dalam hal ini, kami akan terus melakukan tracing dan melakukan tes usap supaya 'ledakan' kasus bisa terkendali," ungkapnya.

Baca juga: Kemarin Palu hadapi risiko banjir, Pontianak kota berudara terbersih

Baca juga: Pontianak kembali tunda pelaksanaan kegiatan belajar di sekolah


Dia juga berharap, pertambahan kasus sembuh di Kota Pontianak juga terus meningkat, sehingga bisa menekan penyebaran kasus COVID-19 di Kota Pontianak. "Untuk kluster pendidikan masih belum terlalu besar karena proses pembelajaran tatap muka belum dimulai," ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan provinsi Kalbar, Harisson, mengatakan pada Kamis (17/9) kembali terjadi penambahan 22 kasus konfirmasi COVID-19, dimana lima diantaranya merupakan kluster dari RSUD Soedarso.

"Untuk hari ini, berdasarkan pemeriksaan PCR Untan dan PCM Soedarso dan PCM RS Abdul Azis Singkawang, kita mendapat tambahan 22 kasus konfirmasi COVID-19. Dari 22 orang ini berada di Pontianak 12 orang, Kubu Raya lima orang, Mempawah tiga orang, Singkawang satu orang dan dari luar wilayah satu orang," katanya.

Untuk tambahan kasus di Pontianak, lima orang diantaranya merupakan kluster RSUD Soedarso. yang berasal dari salah satu karyawan yang bekerja di manajemen rumah sakit tersebut yang mengalami demam, batuk dan pilek serta kehilangan penciuman, namun tidak melapor ke manajemen Soedarso dan tetap beraktivitas seperti biasa.

"Sampai pada saat dirinya mengalami sesak dan dirawat di RSUD Soedarso. Saat dirawat inilah diketahui bahwa yang bersangkutan terkonfirmasi COVID-19 melalui tes PCM," tuturnya.

Terkait hal tersebut dilakukan penelusuran pada kontak yang bersangkutan dan diketahui ada empat staf lainnya yang bekerja dengannya juga terkonfirmasi COVID-19.

"Jadi di RSUD Soedarso ini ada 5 orang yang terkonfirmasi COVID-19. Yang perlu kita ambil pelajaran, diketahui bahwa yang bersangkutan memang jarang sekali menggunakan masker dan terkesan meremehkan penyakit ini, sehingga yang bersangkutan tertular dan menularkan virus ini kepada staf lainnya," kata Harisson.

"Untuk itu kita imbau kepada masyarakat Kalbar, jika tidak memiliki kepentingan benar untuk keluar wilayah, jangan melakukan perjalanan, mengingat risiko tertular di luar Kalbar sangat tinggi," katanya.

Sampai hari ini terdapat 825 kasus konfirmasi COVID-19 di Kalbar, dimana 627 atau 81,21 persen orang dinyatakan sembuh dan tujuh orang meninggal.*

Baca juga: Kontak pasien positif, 54 pegawai-staf puskesmas di Kalbar dites usap

Baca juga: Dinkes Pontianak tes usap COVID-19 sembilan penumpang Citilink
Pewarta : Andilala
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020