10 spesies baru diidentifikasi dalam ekspedisi laut dalam selatan Jawa

10 spesies baru diidentifikasi dalam ekspedisi laut dalam selatan Jawa

Arsip Foto. Ikan-ikan berenang di sekitar terumbu karang di wilayah peraian konservasi Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ), Jepara, Jawa Tengah. DalamĀ Ekspedisi Biodiversitas Laut Dalam Selatan Jawa, peneliti mengidentifikasi 10 spesies biota laut baru, termasuk di antaranya ikan. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi Bambang PS Brodjonegoro pada Kamis mengumumkan 10 spesies baru biota laut yang diidentifikasi dalam Ekspedisi Biodiversitas Laut Dalam Selatan Jawa (The South Java Deep Sea Biodiversity Expedition/SJADES) 2018.

Dalam ekspedisi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Lee Kong Chian Natural History Museum National University of Singapore (NUS), peneliti antara lain mengidentifikasi spesies bintang laut Dipsacaster fisheri dan Pteraster sjadenensis.

Selain itu peneliti mengidentifikasi spesies ikan Platygobiopsis hadiatyae, ikan Chelidoperca flavolineata, kepiting Typhlocarcinops hadrotes, kepiting Cymonomus java, kecoak Bathynomus raksasa, udang Lebbeus java, udang Metacrangon latirostris, dan udang Nephropsis rahayuae.

Biota-biota laut itu ditemukan di kedalaman 800 meter sampai 2.100 meter. 

Bambang menjelaskan bahwa selama 14 hari pelayaran SJADES 2018 ilmuwan LIPI dan NUS berhasil mengumpulkan lebih dari 12.000 biota laut, termasuk ikan, spons, bintang laut, ubur-ubur, dan kepiting.

Ia apresiasi ilmuwan Indonesia yang bekerja sama dengan mitra internasional dalam penelitian ilmiah tersebut.

"Dengan bekerja sama dengan mitra internasional, khususnya partner (mitra) kami di Singapura atau National University of Singapore, kami berharap kedua negara dapat saling bertukar ilmu dan memiliki kemajuan dalam meningkatkan pengetahuan khususnya di bidang penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya dalam International Symposium on Coastal and Marine Biodiversity 2020 yang digelar secara virtual.

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko mengatakan ekspedisi 14 hari yang dimulai 23 Maret 2013 tersebut merupakan ekspedisi pertama yang dilakukan di laut dalam di selatan Jawa, Indonesia.

Handoko mengatakan bahwa LIPI membuka diri untuk berbagai kolaborasi penelitian dengan mitra nasional dan internasional, termasuk penelitian laut mengenai dalam dan eksplorasi biodiversitas laut.

Baca juga:
Jumlah spesies burung di Indonesia bertambah
LIPI identifikasi spesies baru katak, kodok, cicak, burung
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020