Sebanyak 300 rumah tidak layak huni di Demak dibedah

Sebanyak 300 rumah tidak layak huni di Demak dibedah

Ilustrasi - Salah satu rumah yang dibedah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). ANTARA/HO-Dokumentasi Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Perumahan Kementerian PUPR

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 300 rumah tidak layak huni (RTLH) milik masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dibenahi melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang kerap disebut sebagai "bedah rumah".

"Pada Tahun 2020, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Perumahan (BP2P) Jawa III menyalurkan Program BSPS di Kabupaten Demak sebanyak 300 unit rumah. Rumah-rumah ini mendapatkan bantuan perbaikan rumah hingga menjadi rumah yang layak huni," kata PPK Swadaya SNVT Penyediaan Perumahan Jawa Tengah, Ahmad Fahmi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ia mengemukakan, BP2P Jawa III juga melakukan pemasangan peneng BSPS di sejumlah rumah penerima bantuan BSPS.

Pemasangan Peneng BSPS, lanjutnya, juga menjadi simbol bahwa rumah masyarakat tersebut sudah menjadi layak huni dan telah mendapatkan program BSPS.

Fahmi menjelaskan, penyaluran program BSPS tersebar 12 Desa di Kecamatan Bonang yaitu, Desa Betahwalang, Desa Gebang, Desa Krajanbogo, Desa Morodemak, Desa Poncoharjo, Desa Purworejo, Desa Serangan, Desa Sukodono, Desa Sumberejo, Desa Tridonorejo, Desa Weding, Desa Wonosari yang mendapatkan alokasi masing-masing 25 unit rumah.

Dengan jumlah alokasi tersebut, masih menurut dia, Kabupaten Demak memiliki tingkat progress paling tinggi di Jawa Tengah dengan nilai persentase 98,1 persen.

"Kami berharap dengan prestasi yang dimiliki Kabupaten Demak, mampu membuat Kab/Kota lain lebih semangat lagi untuk mengejar progress 100 persen dengan lebih cepat. Sehingga Jawa Tengah mampu segera menyelesaikan permasalahan RTLH," ucapnya.

Bupati Kabupaten Demak H.M. Natsir mengutarakan akan selalu mendukung terus seluruh program pemerintah.

Salah satu penerima bantuan program ini, Ibu Atik Muslikah mengungkapkan bahwa dirinya sangat antusias mendapatkan bantuan tersebut.

Atik menjelaskan, sebelumnya rumah yang dihuni hanya berupa dinding papan, lantai tanah, dan minim pencahayaan dan sirkulasi udara.

"Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat, dengan adanya bantuan ini, saya dan keluarga sepakat untuk membuat rumah kami lebih layak dan lebih bagus untuk dihuni agar hidup kami lebih aman, nyaman dan damai," ujar Atik.

Di tahun 2020, Kementerian PUPR mengalokasikan 17.450 unit rumah di Jawa Tengah untuk ditingkatkan kualitas rumahnya. Pelaksanaan dilakukan tiga tahap, Tahap Satu sebanyak 10.450 unit, Tahap Dua sebanyak 5000 unit dan Tahap Tiga sebanyak 2000 unit rumah.

Setiap penerima bantuan mendapatkan nilai bantuan Rp17,5 juta rupiah yang terbagi Rp15 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga.

Baca juga: Kementerian PUPR bedah 400 rumah di Tabanan Bali
Baca juga: PUPR: Realisasi program bedah rumah capai 70 persen per Agustus 2020
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020