Komisioner Tinggi HAM PBB desak Rusia selidiki kasus Navalny

Komisioner Tinggi HAM PBB desak Rusia selidiki kasus Navalny

Konvoi kendaraan yang diyakini membawa pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny tiba di Kompleks Rumah Sakit Charite Mitte, tempat ia akan menerima perawatan medis di Berlin, Jerman (22/8/2020). ANTARA/REUTERS/Christian Mang/aa.

Jenewa (ANTARA) - Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet meminta Rusia untuk melakukan atau bekerja sama dalam penyelidikan independen atas temuan Jerman bahwa pemimpin oposisi Alexei Navalny diserang dengan racun saraf Novichok.

"Adalah kewajiban pihak berwenang Rusia untuk menyelidiki sepenuhnya siapa yang bertanggung jawab atas kejahatan ini, kejahatan yang sangat serius yang dilakukan di tanah Rusia," kata Bachelet dalam sebuah pernyataan, Selasa.

Navalny telah pulih dari koma dan mampu merespons saat diajak berbicara, menurut rumah sakit Charite di Berlin pada Senin (7/9).

Rumah sakit itu telah merawat Navalny sejak dia diterbangkan ke Jerman setelah jatuh sakit dalam penerbangan domestik Rusia bulan lalu.

Moskow mengatakan belum melihat bukti bahwa dia diracun.

"Tidaklah cukup baik untuk hanya menyangkal dia diracun, dan menyangkal perlunya penyelidikan menyeluruh, independen, tidak memihak dan transparan dalam upaya pembunuhan ini," Bachelet melanjutkan.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pemerintahnya telah menyimpulkan bahwa Navalny (44) diracuni dengan Novichok, zat sama yang menurut Inggris digunakan untuk meracuni agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya, keduanya selamat, dalam serangan di Inggris pada 2018.

"Jumlah kasus keracunan, atau bentuk lain dari pembunuhan terarah, terhadap warga negara Rusia saat ini atau sebelumnya, baik di dalam Rusia sendiri atau di negara asing, selama dua dekade terakhir sangat mengganggu," kata Bachelet.

Juru bicaranya, Rupert Colville, merujuk pada kasus Skripal dan peracunan pada pembelot Rusia Alexander Litvinenko, yang tewas di London pada 2006.

"Ini bukan bahan yang bisa Anda beli di apotek atau toko pertanian atau toko perangkat keras," kata Colville tentang Novichok dan Polonium-210, yang menyebabkan Litvinenko keracunan.

Proses hukum yang tepat belum dilakukan dalam insiden sebelumnya sehingga mengakibatkan "mendekati bebas total dari hukuman" di Rusia, katanya.

Sumber: Reuters

Baca juga: Rumah sakit Berlin: Navalny sudah tidak koma

Baca juga: Jerman ancam Rusia segera bertindak soal peracunan Navalny

Baca juga: Inggris: Rusia harus jelaskan mengapa Navalny diracun Novichok


 

RB penyiram air keras ke wajah Novel Baswedan

Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020