Anggota DPR: Empat pilar kebangsaan satu kesatuan nilai gerak

Anggota DPR: Empat pilar kebangsaan satu kesatuan nilai gerak

Anggota DPR RI Siti Mukaromah (tengah) saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (4/9/2020). ANTARA/HO-Tim Siti Mukaromah

Cilacap (ANTARA) - Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan satu kesatuan nilai gerak dalam berbangsa dan bernegara, kata anggota DPR RI Siti Mukaromah.

"Oleh karena itu, Empat Pilar Kebangsaan ini harus terus dan perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar terpatri dalam diri dan benak masyarakat dalam kehidupan mereka," katanya di Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat.

Erma --panggilan akrab Siti Mukaromah-- mengatakan hal itu saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diikuti aparat Pemerintah Desa Kesugihan Kidul beserta lembaga desa setempat seperti Tim Penggerak Pemberdayaan Keluarga, kelompok tani, dan tokoh masyarakat.

Baca juga: Legislator: Empat konsensus bernegara harus senantiasa diaplikasikan

Lebih lanjut, dia mengatakan sebagai fungsi kelembagaan MPR RI, Empat Pilar Kebangsaan tersebut merupakan salah satu acuan penting yang terus disampaikan kepada masyarakat untuk dijadikan sebagai landasan pikir dan gerak.

Menurut dia, nilai-nilai dari berbangsa dan bernegara tersebut penting untuk disosialisasikan sehingga dalam perjalanannya, tidak ada lagi kesalahpahaman dalam berbangsa dan bernegara karena hadangan dari perubahan zaman yang melibatkan teknologi informasi yang bergerak begitu cepat, sangat mudah untuk mengetahui perkembangan zaman dari waktu ke waktu.

"Untuk itu, kematangan berpikir dalam memahami konsep Empat Pilar Kebangsaan menjadi dasar dari kelembagaan masyarakat dalam bersosialisasi sehingga tidak menjadi antipati dalam perubahan atau menjadi penonton di tengah perubahan melainkan dapat mengambil peran strategis dalam perubahan tersebut," katanya.

Baca juga: Legislator: Pancasila sebagai Dasar Negara sudah final

Ia mengatakan masyarakat Indonesia dengan kultur yang kuat, perlu menjadi ciri dan corak khas dalam bergaul dengan perubahan zaman tersebut, sehingga Indonesia dapat menjadi tempat yang aman dan ramah bagi siapa saja yang datang.

Menurut dia, ajaran tentang toleransi, tenggang rasa, dan kegotongroyongan harus menjadi landasan pergaulan agar tidak terjadi inharmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat.

"Untuk itu, modal utama dari sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini adalah agar tercapai rujukan yang baik bagi masyarakat dalam menghadapi segala bentuk perubahan. Selain itu, sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi cara pandang masyarakat terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga dalam kehidupannya tidak ada lagi kesulitan atau makna makna penting dalam kehidupan kita bermasyarakat," katanya.

Menurut dia, harus selalu ada langkah-langkah dalam memahami kehidupan yang sesuai dengan Empat Pilar Kebangsaan itu.

Baca juga: DPR: Empat Pilar Kebangsaan harus diimplementasikan

"Oleh karena itu, sosialisasi dipandang masih sangat strategis guna menjadi alat pengingat dan ajang berkumpul yang sejak dahulu kebiasaan rembuk dan musyawarah menjadi corak berbangsa kita. Penting kiranya jika kebiasaan ini menjadi dasar dalam kehidupan sehingga semakin cerdas dan paham masyarakat kita dalam menghadapi perubahan serta ikut berpartisipasi aktif dalam setiap perubahan," katanya.
Pewarta : Sumarwoto
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020