Bank Maspion perkuat UMKM pertahankan kinerja di tengah pandemi

Bank Maspion perkuat UMKM pertahankan kinerja di tengah pandemi

Direktur Utama Bank Maspion, Herman Halim saat publik ekpose di Surabaya, Selasa (25/8) (ANTARA /A Malik Ibrahim)

Surabaya (ANTARA) - PT Bank Maspion Indonesia terus memperkuat portofolio UMKM dengan fokus melanjutkan program tabungan "Dagang Saya dan Teman-Teman" (Dasyatt) untuk mempertahankan kinerja di tengah pandemi COVID-19.

Direktur Utama Bank Maspion, Herman Halim di Surabaya, Selasa mengatakan penguatan portofilo UMKM dilakukan sejak awal pandemi, dan terbukti mampu membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp80.440 miliar dan laba tahun berjalan sebesar Rp59.747 miliar.

Ia menambahkan,  rasio Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) Bank tercatat sebesar 1,13 persen dan 5,11 persen, serta Rasio kecukupan modal Bank Maspion (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 20,19 persen.

Selain itu, pertumbuhan kredit Bank Maspion tahun 2019 tercatat sebesar Rp5.466 miliar, atau tumbuh 9,85 persen, dibandingkan dengan total kredit tahun 2018 sebesar Rp4.976 miliar.

Dari sisi total Dana pihak ketiga (DPK) terhimpun sebesar Rp5.807 miliar, atau tumbuh 17,72 persen dari Rp4.933 miliar di tahun sebelumnya.

"Kami optimis meski di tengah pandemi masih ada potensi yang bisa digarap, karena Indonesia masih didominasi konsumsi, dan selama daya beli masih terjangkau, jadi masih ada peluang pasar, yang penting domestik digarap dengan baik," kata Herman, kepada wartawan.

Herman mengatakan, memperkuat segmen UMKM juga merupakan keinginan pemilik bisnis Maspion Gruop, Alim Markus yang berkeinginan menciptakan satu juta UMKM.

"Strategi fokus pada UMKM ini adalah dengan terus mendorong program Tabungan Dasyatt, agar UMKM bisa membuka warung sendiri selama pandemi, dan program itu adalah cara merubah pola pikir anak muda saat ini untuk menjadi pengusaha," katanya.

Selain itu, penguatan UMKM adalah untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, dengan memperdalam strategi pengembangan Community Business Model dan fokus kepada sektor prospektif dengan pasar komunitas.

Selain program-program tersebut, Herman mengaku juga tetap melakukan pengembangan fitur layanan untuk meningkatkan penetrasi kepada nasabah komunitas, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital antara lain penambahan fitur baru pada Maspion Electronic Banking Individual dan bisnis serta penambahan delivery channel berupa kas mobil, ATM dan Cash Recycle Machine.

Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020